Erabaru.net. Kita tahu pekerjaan tidak membedakan hina atau mulia!

Suatu siang, seorang pria tua yang jauh-jauh ke Arab Saudi bekerja sebagai tukang sapu jalanan meluangkan waktunya sejenak melihat-lihat galeri perhiasan di sebuah toko.

Seorang pejalan kaki yang lewat memotret aksi tukang sapu ini kemudian mengunggahnya di media sosial.

Anehnya, sosok orang yang memposting foto tersebut memberikan komentar yang menyinggung perasaan.

“Orang seperti itu hanya pantas melihat sampah, bukan perhiasan mewah,” tulisnya.

Tapi tak disangka, orang tua itu bukan saja tidak marah, sebaliknya justeru sangat berterima kasih atas hinaan sosok orang yang memposting fotonya!

Pria yang terlihat dalam foto di atas bernama Nazer al-Islam Abdul Karim (65).

Ia jauh-jauh dari kampung halamannya di Bangladesh ke Arab Saudi bekerja sebagai tukang sapu jalanan demi menghidup keluarga.

Suatu siang laki-laki berusia 65 tahun itu melakukan tugasnya seperti biasa.

Namun saat itu matanya tertuju pada sebuah galeri perhiasan emas.

Merasa takjub, ia pun meluangkan waktunya sejenak melihat-lihat perhiasan yang digelar di toko tersebut.

Kebetulan saat itu, seseorang memotret aksinya lalu mengunggahnya di media sosial.

Bagi sebagian orang, “tukang sapu” atau semacamnya itu adalah pekerjaan kotor, hina, tidak ada masa depan, dan mempermalukan orang lain untuk menguatkan kehebatannya sendiri yang tak berarti.

Namun, tak disangka postingan yang menyudutkan Nazer tersebut memperoleh tanggapan yang luas sesama netizen.

Mereka berkomentar, “Mengapa tukang sapu tidak pantas memakai perhiasan mahal.”

Tak lama kemudian mereka melancarkan aksi “missing persons posters.”

Netizens ingin menemukan pria yang dihina itu, kemudian memberikan bantuan substansial untuknya.

Tak butuh waktu lama, pria tua itu pun ditemukan.

Ia adalah tukang sapu di salah satu sudut di ibu kota Arab Saudi, dengan gaji bulanan hanya sekitar 187 dolar AS atau sekitar 2.5 juta rupiah.

Ketika difoto seseorang saat itu ia sedang menyapu, namun, tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada deretan perhiasan di sebuah toko.

Ia sama sekali tidak tau ditertawakan oleh seorang pejalan kaki yang melihatnya ketika itu.

Setelah menemuka pria tua tersebut, seorang netizen yang mempunyai akun Twittter @Ensaneyat melakukan penggalangan dana untuk membantu Nazer.

Ternyata sambutan netizen sangat luar biasa.

Postingan netizen itu di retweet followernya sebanyak 6,500 kali.

Beberapa orang langsung bergerak cepat. Nazer kemudian dibanjiri barang-barang dari para netizen.

Orang-orang baik hati itu mengirimkan bantuan berupa beras, madu, tiket pulang-pergi, iPhone dan bahkan wakil dari stasiun TV setempat yang mengetahui informasi tersebut langsung membeli perhiasan yang dilihat Nazer ketika itu dan dihadiahkan untuknya.

Mereka juga mengatakan, “Jangan sungkan-sungkan jika masih ada yang dibutuhkan! Kami akan bantu dengan senang hati.”

Tentu saja, sosok orang yang memposting dan memberi komentar yang menyakiti perasaan itu dicaci maki oleh para netizen. Tapi saat ini, akunnya pribadinya telah ditutup.

Boleh dibilang, “Hinaan yang diterima pria tua justeru menjadi berkah untuknya”!

Mudah-mudahan orang menertawakan dan menghina pria tua itu atau siapapun orangnya, bisa menarik hikmahnya, jangan pernah menghina siapapun, karena kita adalah makhluk yang sama di mata Tuhan. (jhony/rp)

Sumber: Coco01.net

Share
Tag: Kategori: Headline

Video Popular