Erabaru.net. Di desa Jiedong daerah Changhua Taiwan pada awal Juni lalu turun hujan sangat deras .

Hujan deras itu diiringi dengan suara halilintar yang menggelegar.

Halilintar dengan cahaya kilat petir yang bermunculan.

Saat itulah Lai Chung, seorang  fotografer Ekologi berhasil mengabadikan “Petir Ungu”.

Lai Chung kemudian mengunggah di akun facebooknya.

“Tiba-tiba turun hujan lebat, cepat-cepat menutup pintu dan jendela, suara guntur dan kilat yang terlihat diluar jendela, benar-benar menakutkan, semoga semuanya selamat bebas dari bencana apapun,” katanya setelah mengunggah hasil karyanya di facebook.

Sejak video “Petir Ungu” terpampang di facebook, sampai saat ini telah lebih dari 14.000 warganet yang mengklik.

(foto oleh: Lai Chung / CNA)

Analis Perusahaan Risiko Cuaca Wu Shengyu mengatakan bahwa pada umumnya untuk memrediksi warna petir, bergantung ketika ionisasi pada lapisan awan yang dapat membakar udara.

Seiring dengan komponen dalam udara dan suhu yang berbeda, warnanya juga akan muncul perubahan.

Biasanya yang terlihat di atas tanah datar kebanyakan petir berwarna putih.

Sedangkan petir berwarna ungu agak sering ditemukan antara awan dengan lapisan awan di ketinggian.

(foto oleh: Lai Chung / CNA)

“Komponen dan suhu dari udara di ketinggian berbeda dengan diatas tanah datar; dapat melihat kilat ungu di dataran rendah, hal itu terjadi karena terbentuknya ionisasi pada langit yang tinggi yang menjelujur sampai di dataran, sehingga membuat orang dapat menyaksikan warna petir yang berbeda dari biasanya,”  jelas  Wu Shengyu. (hui/whs/rp)

Share

Video Popular