Erabaru.net. Bayi prematur ini telah berjuang untuk bertahan hidup sejak ia lahir 18 minggu lebih awal.

Sebagai salah satu bayi prematur di Inggris, bayi mungil ini telah menantang peluang untuk bertahan hidup.

“Dia adalah keajaiban yang terjadi dua kali,” kata ibu bayi Austin Douglas, Helen (30). “Dia telah berjuang sejak hari pertama.”

Helen memiliki sindrom ovarium polikistik dan diberi tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa memiliki anak. Ketika dia hamil, banyak orang dan dokter termasuk dia sendiri sangat terkejut.

“Sejak dulu, saya diberitahu bahwa saya mungkin akan mengalami menopause dini dan sulit untuk memiliki anak, jadi Austin telah menjadi keajaiban kecilnya sejak awal,” ujarnya. “Ketika saya tahu saya hamil, saya sangat gembira.”

(Foto: Facebook | SWNS)
(Foto: Facebook | Helen Douglas)

Dokter mengatakan kepadanya bahwa perutnya benar-benar membesar, namun kelahirannya terjadi lebih awal.

Saat kehamilan Helen berada di tahap 22 minggu, Dokter menyarankan agar Helen dan ayahnya, Rhys (25) untuk melakukan aborsi, peluang bertahan hidup bayi sangat tipis dan dapat membahayakan keselamatan sang ibu.

“Kami ditanya apakah kami ingin melakukan aborsi, mengingat betapa lemahnya dia,” cerita sang ibu.

“Saya pun mengatakan kepada dokter bahwa saya ingin mempertahankan bayi ini semampu saya, dan meminta bantuan mereka untuk melakukan semua yang mereka bisa lakukan untuk mengeluarkan dia hidup-hidup,” tambahnya.

Share

Video Popular