Kisah Kultivasi Seorang Tentara Cadangan Angkatan Udara AS (3)

298
Ilustrasi

Erabaru.net. Selama masa pelatihan militer tidak bisa semaunya bergerak dan berbicara bebas, namun Guru telah melakukan pengaturan cermat bagi saya.

Misalnya, pernah suatu kali seluruh kelas perlu ke klinik untuk pemeriksaan rutin, karena saya memiliki janji pertemuan lain maka hari berikutnya baru pergi.

Tak lama setelah saya duduk, seorang pria berkulit hitam disamping saya mulai duduk bersila-ganda melakukan meditasi.

Saya memperkenalkan Falun Dafa kepadanya, dia sangat tertarik dan meninggalkan cara berkomunikasi dengannya serta membawa pergi materi Dafa.

Dia dari skuadron lain, juga lantaran terlewatkan waktu pemeriksaan kolektif maka datang  secara khusus. Jika tidak demikian, kami tidak mungkin bertemu, apalagi berbincang.

Ketika saya kali pertama tiba di bandara St Antonio dan menunggu untuk pergi ke barak militer, gadis kulit putih yang duduk sebaris pada ujung lain berwajah murah senyum.

Kemudian di kamp, baik di lapangan olahraga, di kantin atau ketika mengurus prosedur tertentu kami sering berjumpa, tapi saya tidak pernah mengambil inisiatif untuk berbicara.

Disamping alasan disiplin militer, juga dikarenakan saya takut memulai pembicaraan dengan seorang gadis cantik.

Ilustrasi

Pada hari minggu, minggu kelima, saya bersama belasan rekan bertanggung jawab atas pembersihan kantin sepanjang hari, menemukan bahwa gadis itu ada di antaranya.

Mengapa saya selalu bertemu dengannya?

Haruskah mengungkapkan fakta tentang Falun Dafa kepadanya?

Tapi bagaimana memulainya?