Erabaru.net. Ketika supir taksi berhati emas, Gazi Jalaluddin baru berusia tujuh tahun, ia harus putus sekolah karena ayahnya tidak punya uang untuk membelikannya buku dan menyekolahkannya.

Ayahnya memiliki sebidang tanah pertanian kecil yang tidak mampu menghasilkan hasil panen yang cukup bagi keluarganya untuk bertahan hidup. Keluarga Gazi sering menderita kelaparan berhari-hari.

Suatu hari, Ayah Gazi menderita penyakit yang membuatnya tak mampu bertani lagi, sehingga mengharuskan mereka pindah ke Kolkata, India dengan harapan bisa menemukan beberapa pekerjaan yang cocok bagi ayah Gazi.

Namun sayangnya, tidak ada yang mau mempekerjakan ayahnya karena kesehatannya yang buruk. Akibatnya, Gazi terpaksa mengemis di jalan-jalan Kolkata.

Kredit: Facebook | The Confused India .

Pada usia 12 tahun, Gazi mulai bekerja sebagai penarik becak, dan pada usia 18 ia belajar menyetir dan menjadi supir taksi. Dia segera menyadari bahwa mengendarai taksi benar-benar bisa memberinya kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Dia memutuskan untuk membantu orang lain dan membentuk ‘Sunderban Driving Samiti’.

Dia memberikan pelajaran mengemudi gratis kepada anak-anak muda di daerah Sunderbans, sehingga mereka juga bisa mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak.

Dia meminta murid-muridnya untuk mengajar orang lain menyetir dengan baik sehingga mereka bisa menjadi mandiri. Dia tidak berhenti pada hal itu saja.

Share

Video Popular