Erabaru.net. Video tamparan dari seorang wanita ke petugas Aviation Security (Avsec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara mendadak heboh dan menjadi viral di media sosial.

Video ini lantas turut diunggah oleh Menteri Perhubungan Budi Karya pada akun sosmednya. Penamparan ini diketahui terjadi pada Rabu (5/7/2017).

Melalui tulisannya di Twitter, Budi Karya menyebutkan: “Menyayangkan sikap arogansi kpd (kepada) petugas Aviation Security di bandara Sam Ratulangi Manado. Saya sdh (sudah) minta agar sgr (segera) lakukan upaya hukum.”

Ternyata petugas yang menjadi sasaran penamparan juga sesama wanita. Petugas itu bernama Elisabet Wehantow. Saat itu dia meminta calon penumpang melepaskan jam tangan agar dapat diperiksa mesin sinar-X.

Bagaimana kejadiannya? versi manajemen Bandara Sam Ratulangi menyebutkan bahwa penamparan dilakukan penumpang Batik Air ID6275 tujuan Jakarta itu saat Walk Through Metal Detector (WTMD) di Security Check Point (SCP) 2.

Pada saat itu, petugas wanita dari Avsec Bandara meminta kepada wanita itu untuk melepaskan jam tangan. Selanjutnya dia diminta untuk melakukan pemeriksaan melalui mesin X-Ray untuk keduakalinya.

Kenapa diminta untuk diperiksa lagi? Hal demikian dikarenakan saat melewati metal detektor, alaram alat ini berbunyi.

Nah, saat disampaikan permintaan ini, wanita yang diketahui berinisial JW tak terima dengan permintaan petugas AM ini.

Hingga akhirnya JW lantas emosi dan memarahi AM (21), lalu melayangkan pukulan hingga mengarah pada lengan AM.

Melihat kejadian itu, seorang personil Avsec lainnya, EW bermaksud melerai keduanya. Namun ternyata EW justru yang ditampar pada bagian pipi kiri sebagaimana terlihat dalam video.

Setelah mendadak viral di medsos, Wakapolri Komjen Syafruddin turut mengomentari terjadinya  peristiwa penamparan ini. Disebutkan wanita berkacamata hitam itu adalah istri seorang Brigadir Jenderal dan bertugas di Lembaga Ketahanan Nasional.

Kejadian ini dibicarakan secara luas oleh masyarakat. Hingga akhirnya JW, istri jenderal di kepolisian meminta maaf dan menyesali atas perbuatannya saat kejadian di Bandara Sam Ratulanangi, Manado.

Untuk diketahui pemeriksaan termasuk melepaskan jam tangan dan ikat pinggang di Bandara merupakan bagian dari Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional (PKPN).

Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 127 Tahun 2015 ini juga diikuti oleh Peraturan Dirjen Perhubungan Udara, No 546 Tahun 2015 tentang Program Diklat Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya dan Peraturan Dirjen Perhubungan Udara No 547 Tahun 2015 tentang Petunjuk Tata Cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139-10, Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandara. (asr)

https://www.youtube.com/watch?v=TeSne7xdMhk

Share

Video Popular