Kalangan Elite Keuangan dan Iptek Barat yang Berjodoh dengan Falun Dafa

268
falun dafa
Dari orang-orang Barat yang bergabung dengan Falun Gong, diantaranya adalah elit generasi baru dalam kalangan financial dan iptek. Dalam foto nampak Rob Counts (mengenakan polo shirt) berlatih bersama para praktisi tatkala melakukan aksi damai di depan konsulat RRT di New York, menuntut penghentian penindasan Falun Gong. (FOTOLIA)

Erabaru.net. Sejak Falun Dafa pada 13 Mei 1992 disebarkan dari Tiongkok oleh Master Li Hongzhi, telah mereformasi jutaan hati manusia dan menggugah setiap orang yang berjodoh, diantaranya termasuk masyarakat manca negara yang hidup di negeri Barat.

Di antara orang-orang tersebut terdapat banyak elit generasi baru dari kalangan finansial dan iptek.

Di dalam kesibukan mereka sebagai manusia zaman modern, mungkin pada suatu hari secara tidak sengaja menerima selembar brosur atau mendengar dari seorang teman, tersambunglah tali takdir pertemuan mereka itu dengan Falun Dafa.

Sejak saat itu telah memulai kehidupan mereka yang total baru.

Desainer komunitas sekuritas dan bursa

Suatu hari di musim panas tahun 2000, Rob Counts seorang mahasiswa yang kala itu kuliah di College of Art Massachusetts Amerika Serikat menerima selembar brosur dari seorang penjaga stand di sebuah pameran.

Saat itu tidak terpikirkan olehnya bahwa selembar brosur kecil itu mampu mengubah kehidupannya.

Rob yang saat itu berusia 19 tahun dibesarkan di sebuah keluarga Katolik dan sejak kecil sudah tertarik pada berbagai doktrin agama.

Ketika menginjak usia 14 tahun ia membaca Tao Te Ching (atau Dao De Jing, ajaran Laozi yang berasal dari Taoisme).

Ia sangat tertarik lalu mulai mencari metode kultivasi (pengolahan jiwa dan raga) pengendalian pikiran sendiri yang mampu membuat tenang.

“Usai membaca brosur Falun Gong tersebut, saya menyadari bahwa Falun Gong atau Falun Dafa ini adalah semacam metode pelatihan mengultivasi ganda jiwa dan raga, bersamaan dengan meningkatkan kualitas moral, melalui bermeditasi dan gerakan fisik tertentu menempa jiwa dan raga,” papar Rob sembari mengenang. Ketika pertama kali berlatih, jiwa dan raga saya terasa sangat nyaman sekali.”

Setelah lulus, Rob bekerja sebagai desainer grafis di United States Securities and Exchange Commission ( SEC).

“Karena Falun Dafa mengajarkan orang melepaskan kemelekatan dan mengerjakan apapun pertama-tama harus memikirkan orang lain. Setelah mengikuti gerbong kultivasi, studi dan prestasi kerja saya meningkat cepat,” ungkapnya.

“Rekan-rekan kerja memandang saya dengan respek, saya juga mulai memahami segala kesulitan orang tua saya dalam membesarkan anak-anak mereka, saya semakin menghormati orang-orang di sekeliling, karena saya menyadari kehidupan setiap orang pasti terdapat aral-lintang,” katanya lebih lanjut

Berkat kinerja Rob yang sangat baik maka dengan cepat dia dipromosikan sebagai desainer senior.

Dari desainer senior dipromosikan lagi menjadi manajer merek, satu tahun setelah ia meninggalkan Komisi, ia direkrut kembali oleh SEC sebagai konsultan merek.

Pada 2013, Rob meninggalkan SEC dan bergabung dalam industri media independen di New York.

Sejauh ini, Rob yang berusia 36 tahun telah memimpin tim Epoch Times edisi bahasa Inggris memperoleh 30 lebih penghargaan dari New York Press Association dan Society for News Design dan lembaga lainnya.

“Prinsip ‘Sejati – Baik – Sabar’ telah menimbulkan efek bimbingan yang amat besar terhadap desain saya. Saya berusaha keras agar desain saya bisa mengekspresikan sisi kebajikan manusia.”

“Benda yang kita buat mencerminkan pandangan kita terhadap manusia dan materi. Kami berempati terhadap manusia, kami berusaha semaksimal mungkin meleburkan empati tersebut ke dalam segala hal yang kami lakukan.” (lin/yan)

BERSAMBUNG