Erabaru.net. Sungguhlah hebat orang yang masih bisa bangun pagi dan bekerja, terlebih di dunia yang dilanda perang.

Berkat kebaikan dan dukungan dari para simpatisan, dia bisa membangun hidupnya sekali lagi untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Abdul Halim al-Attar, 33, adalah seorang pengungsi sekaligus ayah yang bertanggung jawab.

Demi menafkahi keluarganya, dia rela menjual pena di jalanan di bawah terik sinar Matahari musim panas di Beirut, Lebanon.

Bagi Abdul, yang dulu bekerja di pabrik cokelat, saat ditahan di sebuah kamp pengungsi Palestina, rasanya seperti sangat lama berlalu.

(Foto : Screenshot | CNN)

Meskipun dia adalah pengungsi dari Suriah, Abdul adalah orang Palestina, dan tidak memiliki kewarganegaraan Suriah.

Share

Video Popular