Erabaru.net. Jenis cinta tanpa pamrih yang ditunjukkan kakek ini adalah contoh yang indah untuk semua.

Dia mengorbankan kebutuhannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang cacat.

Seorang kakek bernama Nong Arunting tinggal di daerah terpencil, yaitu di Barangay Tiguib Ayungon, Negros Oriental, Filipina.

Pria tua ini, yang tidak diketahui usianya, sebenarnya tidak tunawisma, tapi selalu terlihat mengemis makanan kepada orang lain.

Dia mengalami kesulitan berjalan, tapi ia rela berlari sejauh bermil-mil setiap hari tanpa kenal lelah.

Perjalanan sehari-harinya mencakup 30 menit di jalan utama, dan 30 menit lagi menuju ke puncak bukit.

Orangtua itu melakukan perjalanan panjang dan sulit seperti itu setiap hari, hanya untuk menemui kedua putrinya yang cacat.

© Youtube Screenshot | Frances Baena

Dan alasan mengapa ia meminta makanan adalah untuk memberi makan dua anaknya yang berharga.

© Youtube Screenshot | Frances Baena

Dalam video yang diunggah dalam situs online kembali pada tahun 2015, seorang Samaria bertanya kepadanya: “Pak, apakah Anda ingin Tuhan memberi Anda sebuah rumah? Rumah baru! Jadi Anda tidak akan lagi mendaki bukit untuk ke sana dan berpisah dengan anak perempuan Anda.”

“Oh, tentu,” jawabnya.

© Youtube Screenshot | Frances Baena

“Tuhan akan menjagaku karena aku tidak mengambil keuntungan duniawi. Tetua saya telah meninggal dunia dan saya satu-satunya orang yang masih hidup, “katanya.

Apa yang selanjutnya terjadi pada ayah tanpa pamrih ini, yang telah mengabdikan hidupnya untuk merawat anak-anaknya, sangatlah menyentuh.

© YouTube screenshot | Frances Baena

Orang-orang baik hati yang mendengar tentang kehidupan Nong Arunting yang sulit, berkumpul untuk membangun rumah baru untuk Nong, memberinya makanan untuk anak perempuannya, dan membawa mereka untuk pemeriksaan kesehatan.

© YouTube screenshot | Frances Baena

Dalam video yang merinci proses pembangunan diunggah ke sebuah situs online dengan subjudul yang berbunyi: “Kemiskinan terjadi bukanlah karena kekurangan sumber daya, tapi kurangnya kepedulian dan berbagi.” (intan/asr)

Sumber : NTD.TV

 

Share

Video Popular