Erabaru.net. Berbaring di antara sampah yang berserakan di Haiti, bayinya yang kurus dan menderita penyakit ini berjuang untuk hidup.

Beruntungnya, dia diselamatkan oleh seorang ‘malaikat cinta’.

Pada 2010 setelah gempa dahsyat mengguncang pulau kecil Haiti, membuat sepertiga penduduk kehilangan tempat tinggal, jumlah anak-anak terlantar meningkat dan sebagian besar kaum muda tidak berpendidikan.

Kemiskinan berlimpah dan Haiti tercatat sebagai negara termiskin di belahan bumi barat.

Dalam situasi inilah Sarah Conque tertarik untuk membantu di Pusat Kesehatan Anak Danita.

Dia memiliki pekerjaan sukarela sebagai spesialis rekreasi terapeutik bersertifikat, (RKPT). Di bulan Januari 2014, saat seorang wanita memasuki klinik dengan membawa bayi berusia tiga bulan bernama Nika.

Wanita tersebut mengklaim bahwa bayi tersebut telah ditinggalkan dan menderita hidrosefalus yang kondisinya cukup berbahaya, penyakit yang menyebabkan penumpukan cairan yang parah di dalam rongga otak.

Hanya ada tingkat kelangsungan hidup sebesar 3% di antara bayi yang lahir dengan kondisi ini.

Share

Video Popular