Erabaru.net. Selain bisa dijadikan sebagai makanan utama, roti juga bisa dijadikan sebagai camilan yang enak.

Dalam kehidupan sehari-hari, bisa dikata orang-orang sudah tak terpisahkan lagi dengan roti. Tapi tahukah Anda, di balik nikmatnya roti itu juga tersembunyi banyak bahaya yang mengancam kesehatan.

Seorang netizen yang ingin menguji bahan pengawet dan aditif yang terkandung di dalam roti itu, lalu dengan sengaja menyimpan roti selama beberapa hari, tapi roti yang ditunggu-tunggunya berjamur itu masih tetap utuh tidak ada tanda-tanda mulai berjamur.

Melihat kenyataan itu ia hanya bisa menghela napas dan bergumam : Mungkin belum tentu disebabkan banyaknya kandungan bahan pengawet, sampai-sampai roti itu masih tampak utuh tidak berjamur, tapi bagus juga dibawa sebagai bekal saat mengungsi dari bencana !

Berikut adalah beberapa rahasia yang tak berani diungkapkan oleh pembuat roti kepada pelanggan.

1.Aditif roti bisa dilaporkan dalam satu paket atau tidak perlu keterangan (dalam batasan aman-sesuai aturan BPOM negara masing-masing)

Mungkin Anda tidak tahu komposisi roti yang biasa dinikmati sehari-hari itu tersembunyi satu rahasia besar.

Seperti yang kita ketahui, aditif adalah sejenis produk kimia, dan dipastikan tidak baik bagi kesehatan jika terlalu banyak mengonsumsi bahan tambahan tersebut.

Banyak jenis aditif. Setelah Anda mengetahui fakta dibaliknya, Anda akan mengerti kenapa banyak orang yang lebih suka membuatnya sendiri dengan bread maker.

2. Roti gandum utuh tapi palsu tersebar dimana-mana

Karena roti gandum utuh mengandung nutrisi tiga kali lebih tinggi dari tepung (terigu), sehingga tidak heran sangat disukai, namun, belum tentu Anda bisa mendapatkannya.

Definisi dari “gandum utuh” mengacu pada produk makanan yang menggunakan biji-biji serelia utuh minimal 51% dari seluruh bahan baku, mulai dari dedak, endosperma dalam komposisi yang proporsional baru bisa disebut sebagai roti gandum utuh.

Roti gandum utuh dipastikan tidak 100% berupa tepung gandum murni, demi meningkatkan rasa dan pertimbangan biaya, tidak sedikit yang di jual oleh industri itu hanya 20%-nya roti gandum “utuh”.

Tidak sedikit roti gandum utuh tapi palsu itu mendominasi pasar mengandalkan harganya yang murah, mereka memberi label “gandum utuh”, atau “biji gandum serealia utuh”, organik, bahan-bahan alami dan sebagainya untuk perawatan kesehatan yang tidak bisa dipercaya, sementara secara fisik juga sulit dibedakan.

3. Beberapa roti yang lembut banyak mengandung gula, lemak dan tinggi kalori yang mudah menyebabkan penyakit

Roti yang lembut mengandung emulsifier, dan sejumlah besar gula maupun lemak.

Mentega banyak digunakan pada sandwich untuk sarapan, juga dalam isian popcorn, teppanyaki, dan makanan di pesawat.

Jika terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak trans, masih mending jika hanya sekadar sulit untuk dicerna oleh tubuh, tapi jika serius akan menyebabkan beragam jenis penyakit kardiovaskular.

Sebagian besar pemilik toko membeli isian siap pakai di dalam roti lembut, mereka tidak akan repot-repot membuatnya setiap hari.

Agar dapat menyimpan dalam waktu lama isian untuk roti itu, biasanya mereka akan menambahkan pemanis dan pengawet, sehingga disimpan selama satu tahun atau lebih juga tidak masalah.

4.Mesin fermentasi terlalu mahal, tidak semua pemilik toko roti akan membelinya

Dalam proses fermentasi roti, mau tidak mau harus menggunakan setumpuk bahan tambahan agar rasanya lebih gurih, dan lebih menggigit, bisa lama disimpan.

Kebanyakan toko roti enggan berinvestasi puluan juta rupiah untuk sebuah mesin fermentasi dalam proses pengembangan ragi alami. Sehingga sebagian besar masyarakat hanya bisa menikmati aneka roti beragi buatan di bawah katalisis produk kimiawi.

5. Kualitas tepung (terigu) sangat jauh berbeda

Tepung terigu impor yang berkualitas bagus harganya sangat mahal. Demi menekan biaya produksi, tidak sedikit pemilik toko roti menggunakan tepung campuran buatan, sehingga rasanya sangat jauh berbeda.

6. Menampung telur menggunakan drum itu sudah umum, dan dipastikan komposisinya tidak alami

Banyak bilik atau ruang dalam proses pembuatan roti, dimana sebelumnya mereka memasukkan putih telur dan kuning telur itu secara terpisah di dalam drum, sehingga sulit dipastikan proses seperti ini akan meningkatkan berapa banyak pencemaran.

Supaya memudahkan penyimpanan, maka bahan pengawet dan pengemulsi merupakan bahan kimia yang mutlak ditambahkan dalam cairan di dalam drum telur tersebut.

Selain itu, beberapa proses pembuatan roti itu menggunakan sintetis buatan sejenis esktrak dan tepung telur untuk menggantikan telur asli, jadi kandungan telur di dalam roti tersebut tanpa disadari juga telah berubah

7. Roti dengan fermentasi yang tidak memadai menyebabkan ketidaknyamanan fisik

Fermentasi itu sangat penting, tidak sempurna atau terlalu banyak juga tidak baik : Roti dengan fermentasi yang tidak sempurna itu akan menjadi keras dan kering, rentan menyebabkan perut kembung ; sementara roti dengan fermentasi terlalu lama akan menjadi asam dan lembek. Jadi pastikan mengonsumsi roti berfermentasi sepenuhnya.

8. Roti hasil olahan tangan (manual) dan mesin itu sangat jauh berbeda

Kebanyakan toko besar dan peritel menggunakan mesin untuk membuat roti, jika suhu fermentasi tidak cukup, akan berdampak pada rasa, tidak enak.

Sementara roti buatan, aroma harumnya tajam. Karena itu para pemilik toko roti di seantero dunia yang sudah berpengalaman dalam bidang ini selalu mengolahnya secara manual, selain mudah diaduk juga tidak perlu bantuan mesin.

9. Membedakan aroma harum roti

Roti yang berkualitas, aroma harumnya akan terasa di antara bibir dan gigi, tapi bukan aroma harum dari krim yang tajam menusuk atau aroma harum dari aditif / bahan tambahan kimiawi.(jhn/yant)

Sumber: ntd.tv

Share
Tag: Kategori: MAKANAN MAKANAN BARAT

Video Popular