Kalangan Elite Keuangan dan Iptek Barat yang Berjodoh dengan Falun Dafa (2)

74
falun gong
Valentin Schimid manajer BNP Paribas Investment Partners cabang Hong Kong. (Internet)

Erabaru.net. Sejak Falun Dafa pada 13 Mei 1992 disebarkan dari Tiongkok oleh Master Li Hongzhi, telah mereformasi jutaan hati manusia dan menggugah setiap orang yang berjodoh, diantaranya termasuk masyarakat manca negara yang hidup di negeri Barat.

Manajer investasi bank di Munich

Valentin Schimid (34), berasal dari Kota Munich, Bavaria, Jerman, pada tahun 2009 bertugas sebagai manajer investasi di BNP Paribas Investment Partners cabang Hong Kong milik bank terbesar di Perancis BNP Paribas.

Berkat pengaruh seorang atasan yang kebetulan praktisi Falun Gong, ia pun tahu banyak perihal Falun Dafa. Akhirnya pada September di tahun itu, atasannya memberinya sebuah buku Zhuan Falun.

“Saat itu saya masih belum tahu pentingnya belajar dari buku (Zhuan Falun), saya hanya mendiskusikan dengannya tentang kegaiban alam semesta dan umat manusia,” papar Valentin.

“Akan tetapi sejak awal saya sudah tahu tentang aksi mengklarifikasi fakta, sejak awal berlatih ketika masih belum banyak membaca buku, saya sudah keluar mengumpulkan tanda tangan untuk petisi (menentang penindasan).”

Sebelum memasuki barisan Falun Gong, Valentin adalah seorang pemuda Jerman penyendiri yang serius dan tidak pernah bergurau dengan orang lain, juga tidak pernah tertawa, kegemarannya hanya menonton sepak bola dan film.

Tentu saja ia juga minum bir seperti pada umumnya orang Jerman dan berpacaran. Tapi sejak berlatih Falun Gong, ia telah menghilangkan semua kebiasaan buruknya.

“Sebenarnya ini adalah salah satu alasan saya mulai berlatih, karena saat itu saya menyadari cara hidup saya yang terlalu materialistik hampir saja menjadi bumerang, saya membutuhkan perubahan.”

Suatu malam, ia benar-benar merasakan Shifu sedang menyelaraskan tubuhnya.

“Harapan saya terkabul, Shifu sudah mulai mengurusi saya. Tidak seharusnya saya melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, ini adalah langkah maju utama saya keluar dari kehidupan seorang manusia biasa,” kenang Valentin.

Karena keterkaitannya dengan pekerjaan, ia sering bolak-balik ke Hong Kong dan berbagai negara di Eropa.

Dia mulai mengolah-jiwa dan raga dengan sepenuh hati, bekerja dengan giat dan bersamaan itu kehidupannya juga berubah menjadi bahagia, ia sering tertawa riang, juga sudah bisa bergurau dengan orang lain, rekan-rekan pun semakin menyenanginya.

“Bos saya pernah berkata bahwa bakat dasar saya sangat baik,” ungkap Valentin.

“Tapi seorang manusia ingin menjadi malaikat atau iblis, sepenuhnya tergantung pilihan diri sendiri. Pilihan saya sebelum berkultivasi tidak bagus, sekarang pun saya tidak tahu apakah saya seorang malaikat atau bukan, mungkin ini adalah pilihan yang harus dibuat oleh manusia setiap hari.”

Sudah jelas Valentin memilih menjadi ‘malaikat’ karena dia “menolak semua pikiran negatif dan setiap menjumpai masalah dihadapinya dengan pemikiran positif”.

Ia ikut aktif dalam berbagai kegiatan dalam menyebarkan Falun Dafa dan aksi anti-penindasan, serta berpartisipasi dalam pawai Marching Band Eropa, dia turut mempromosikan Shen Yun dan memperkenalkan Falun Dafa kepada setiap orang yang dikenalnya.

Suatu kali di negeri Belanda, ketika ia selesai mengklarifikasi fakta tentang Falun Gong kepada seorang ibu, tiba-tiba orang itu dengan haru memberinya sebuah pelukan yang hangat.

“Mungkin sisinya yang mengerti merasa sangat berbahagia,” pungkas Valentin. (lin/yant)

Sumber: epochtimes

Bersambung