Renungan Hidup: Ada Tiga Ember: Satu Berisi Kotoran, Satunya Lagi Berisi Air, dan Ember Ketiga Berisi Anggur (Arak). “Saya Terkejut Setelah Membacanya Lima Kali Berturut-turut!”

354
Internet

Erabaru.net. Seorang tukang kayu menebang sebuah pohon, kemudian dia membuat 3 buah ember.

Setelah jadi, ia mengisi ember dengan isi berbeda-beda.

Satu ember berisi kotoran, semua orang menjauhinya.
Satunya lagi berisi air, semua orang menggunakannya.
Dan ember ketiga berisi anggur (arak), semua orang mencicipinya.

Ember atau drum itu sama, sesuatu yang isinya tidak sama, maka nasibnya juga beda.

Internet

Begitu juga dengan kehidupan, tidak sama!

Seperti apa konsep (hidup) orang itu, maka seperti itu jugalah perjalanan hidupnya.

Seperti apa pola pikirnya, maka akan seperti itu juga pola hidupnya!

Internet

Sebagian besar orang umumnya dengan penuh nafsu akan segera membeli undian-lotre ketika melihat/membaca di surat kabar pengumuman tentang pemenang undian-lotre sebesar 1 juta yuan atau sekitar 1.9 miliar rupiah.

Mereka pikir “Siapa tahu saya juga bisa memenangkan undian.”

Merasa keberuntungan itu akan menghampirinya!

Namun, jika anda melihat sebuah kecelakaan lalu lintas di surat kabar, hanya 2 orang diantara 50 orang yang membeli asuransi, masing-masing mengganti kerugian sebesar 2 juta.

Menurut Anda kedua orang ini tidak salah, tapi anda tidak akan segera membeli asuransi.

Anda merasa “sesuatu yang buruk (sial) tidak akan terjadi pada anda!”

Kedua hal ini mereaksikan dua jenis psikologi sifat manusia, yakni keserakahan dan keberuntungan!

Seseorang, jika ingin sukses, bentuklah sebuah tim/group, atau kalau tidak, bergabunglah dengan sebuah tim/group!

Di dunia yang cepat dan serba berubah ini, dimana jika berjuang secara individual, jalannya semakin sempit.

Tetapi kalau memilih mitra yang solid, maka itu adalah pilihan kesuksesan.

Bentuklah sebuah tim dengan mimpi dan wujudkan mimpi itu dengan tim.

Seseorang, menjadi hebat karena tim, dan menjadi superior tim. Berubah karena belajar, dan sukses karena tindakan.

Siapa sosok orang itu tidaklah penting, yang penting sekelompok orang macam apa yang berdiri di belakangannya saat dia berdiri di sana!

Internet

Serigala berjalan ribuan mil untuk mencari (makan) daging, kuda menapak ribuan mil untuk makan rumput, dan ikan hidup berenang ke hulu melawan arus, sementara ikan mati terombang ambing mengikuti arus gelombang.

Ada sebait kata seperti ini yang sangat saya kagumi, “Sangat lelahkah? Baguslah, kalau bisa merasa lelah, karena nyaman itu hanya untuk orang mati!”

Getir dalam hidup, inilah kehidupan,
Lelah dalam pekerjaan, ini barulah kerja,
Bisa berubah, itulah nasib,
Bersabar, adalah ujian,
Tolerir adalah kearifan,
Ikhlas, baru bisa mendapatkan,
Lakukan, baru bisa memiliki!

Jika Anda merasa saat ini sangat menderita (kehidupan), katakan pada dirimu sendiri.

“Jalan yang mudah dilalui itu semua adalah jalan dari ketinggian menuju ke bawah, jadi cobalah untuk bertahan, karena kamu sedang berjalan dari bawah ke atas!”

Internet

Banyak pengusaha yang merasa berat atau tidak bersedia membagikan uangnya untuk karyawan, mereka pikir membagikan uang untuk karyawan berarti mengurangi uang mereka.

Padahal ini adalah pandangan yang keliru. Makin banyak uang dibagikan, pasti akan semakin banyak.

Tentu saja ada beberapa bos bersedia membagikan uangnya, tapi jika tidak tahu cara membagikan uang, akhirnya orang-orang pun bubar begitu uang dibagikan.

Jadi pastikan untuk secara serius pelajari dulu rumus pembagian uang yang wajar dan tepat.

Internet

Mengapa banyak karyawan yang tidak aktif-produktif (kerja), berkinerja buruk, sebabnya terutama karena terjadi masalah pada sistem pembayaran (gaji).

Sukses itu pasti ada metodenya, begitu juga dengan kegagalan, pasti ada sebabnya.  (jhony/rp)

Sumber: kknews.cc