Erabaru.net. Bijaklah saat menggunakan media sosial dan pikirkan sejenak apa yang akan kita tulis.

Status yang kita tulis pada hakikinya tak hanya dibaca untuk ketika sendiri. Namun nantinya akan dilihat oleh orang banyak.

Sebagaimana ditulis oleh sejumlah media lokal dan nasional, kejadian ini menimpa terhadap seorang pria berinisal H (32) seorang warga di Kota Mamuju, Sulawesi Barat.

Pria itu pada akhirnya diciduk aparat kepolisan dan dikenakan dengan jeratan hukum atas pelanggaran pasal Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Apa yang sebenarnya terjadi? Kapolres Mamuju, Kombes Muhammad Rifai kepada wartawan menjelaskan status yang ditulis oleh pemuda itu dinilai tak wajar dan meresahkan masyarakat. Walaupun sebenarnya pemuda itu bermaksud menghibur.

Menurut Kapolres, penangkapan terhadap pemuda itu tak berlangsung lama. Namun setelah dimintai keterangan, pria itu meminta maaf dan dibebaskan serta hanya dikenakan wajib lapor.

Ini dia status yang ditulis oleh Pemuda itu pada Sabtu 16 Juli 2017 :

MAMUJU siaga 1

“Info dari polres MAMUJU, untuk masyarakat MAMUJU dan sekitarnya diharapkan waspada bila berjalan di malam hari. Tadi malam sekitar jam 00.30 WITA di daerah pasar lama MAMUJU telah ditemukan korban mutilasi bernama Martha. Dia ditemukan dengan kondisi fisik terpotong-potong menjadi 12 bagian. Korban ditemukan warga dengan kondisi terbungkus. Kabarnya sebelum dimutilasi korban dimasukkan ke dalam minyak panas.

TRAGISS

Polisi sedang menyelidiki identitas MARTHA secara lengkap. Menurut info dari warga setempat nama lengkap korban adalah MarthaBak Telor.

#slamat ya,, Wkkkwkkk… Hanya hiburan “

(asr)

Share

Video Popular