Erabaru.net. Kain gendong bayi pernah dianggap sebagai alat bantu yang hanya digunakan oleh ibu-ibu di negara berkembang atau di negara Timur termasuk Indonesia.

Namun siapa kira, kain selendang bayi saat ini telah meraih kepopulerannya di negara-negara Barat.

Banyak orangtua memutuskan untuk tidak menggunakan kereta bayi yang besar untuk membawa putra-putri kesayangan mereka.

Sumber: amazonaws.com

Mereka menggantinya dengan kain selendang yang dirancang secara modern.

Kain selendang bayi telah digunakan oleh para ibu selama ribuan tahun.

Dahulu dianggap sebagai alat bantu yang hanya digunakan oleh ibu-ibu di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sumber: /s-media-cache-ak0.pinimg.com

Kini, kain selendang bayi saat ini telah meraih kepopulerannya di negara-negara Barat yang memliki tingkat kemakmuran tinggi.

Membiarkan lengan ibu bebas yang memungkinkannya untuk mengerjakan kegiatan sehari-hari.

Kain selendang bayi ini juga berfungsi untuk menjaga bayi di tempat yang aman, tinggi dari tanah, jauh dari predator atau digigit serangga.

Namun yang terpenting, memberi lebih banyak waktu bagi bayi berada “dalam pelukan,” yang merupakan hal terpenting dalam menjalin ikatan dengan pengasuh utama.

Sumber: parentsneed.com

Dengan berada dalam posisi yang begitu dekat, pengasuh akan lebih mudah memahami isyarat non verbal, gerak tubuh, dan tangisan bayi.

Hal itu memungkinkan pengasuh untuk lebih bisa memenuhi kebutuhan bayinya.

Bayi tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun kognitif melalui kontak fisik dari orang-orang yang mencintainya.

Inilah yang telah diketahui oleh masyarakat jaman dulu dan terus dikonfirmasi oleh penelitian terbaru.

Sayangnya, selama abad terakhir, berdasarkan penilaian yang dianggap lebih baik, banyak yang menganggap jika terlalu banyak memberikan kasih sayang akan merusak anak. Benarkah?

Lingkungan yang menenangkan

Beberapa penelitian di tempat-tempat penitipan bayi di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa bayi yang digendong dengan kain selendang selama tiga jam sehari menunjukkan adanya pengurangan frekuensi menangis sebesar 40 persen dibandingkan bayi yang jarang digendong.

Sumber: b2blogger.com/pressroom

Hal ini karena bayi berada dalam “lingkungan yang paling menenangkan.”

Hal itu dinyatakan oleh dokter ternama Amerika, William Sears, yang mengangkat dan mendidik orangtua dalam program pengasuhan anak bertema kasih sayang.

Menurutnya, gerakan Ibu yang sedang berjalan ‘mengingatkan’ bayi akan ritme saat ia berada dalam kandungan.

Kain selendang dapat membantu mendekap dan melingkupi bayi, yang umumnya akan lebih banyak membuang energi dengan menggerak-gerakan lengan dan kakinya secara acak untuk menenangkan dirinya saat tidak didekap.

“Berkenaan dengan bayi, tidak lebih dari suara orangtuanya. Suara yang telah akrab di telinganya diasosiasikan dengan perasaan yang nyaman,” kata Dr. Sears.

Menggunakan kain selendang adalah cara yang nyaman untuk memberikan lebih banyak waktu pada bayi berada dalam pelukan, bahkan ketika orangtua memiliki gaya hidup yang sibuk.

Juga diketahui manfaat-manfaat lain, diantaranya mengurangi colic atau kolik (sakit perut pada bayi) dan muntah (refluks), saat bayi digendong dalam posisi tegak dengan sedikit tekanan lembut pada perutnya.

Sumber: wrapyourbaby.com

Berada dalam “posisi kodok” yang tepat juga baik untuk sendi pinggul bayi, karena kaki mereka dalam posisi ditekuk.

Menggendong bayi prematur dalam kain selendang, dari hati ke hati dan kulit ke kulit, dikenal sebagai terapi “kanguru”.

Suatu terapi yang digunakan oleh perawat dan bidan.

Diakui bahwa berada dalam lingkungan yang sangat mendukung dan tertutup perlahan dapat membantu bayi baru lahir atau bayi lemah untuk menyesuaikan diri dengan dunia luar dan mendorongnya untuk mulai menyusu.

Ragam desain

Begitu banyak kain selendang modern yang beredar di pasaran sehingga para ibu memiliki banyak pilihan ketika mencari kain selendang yang tepat untuk memenuhi kebutuhan namun sesuai dengan anggaran.

Gendongan bayi yang bergaya klasik dapat menyangga dada bayi yang baru lahir dengan tepat.

Sumber: http://static.kidspot.com.au

Beberapa kain selendang lebih fleksibel dan memungkinkan bayi atau batita digendong di belakang, depan, atau di pinggul, serta posisi saat menyusui.

Kain selendang berbentuk materi yang sangat panjang sehingga dapat memeluk bayi di dada orang tuanya, seperti dalam ayunan (hammock).

Ketika bayi semakin kuat, dapat duduk dalam gendongan dan menikmati interaksi sosial.

Sumber: cdn.marksdailyapple.com/wordpress

Perlu mencoba beberapa gendongan yang berbeda untuk memilih salah satu gendongan yang paling nyaman untuk Anda.

Pastikan mengikuti rekomendasi keamanan produk dan posisi yang benar.

Bayi dalam gendongan harus selalu di luar jaket atau pakaian tebal, untuk menghindari kepanasan. (feb/yant/rp)

Share

Video Popular