Erabaru.net. Setiap manusia memiliki sidik jari yang unik, sehingga digunakan sebagai alat identifikasi.

Sidik jari dipandang sebagai cara yang bisa membedakan identitas manusia.

Namun di dunia ini, masih ada orang yang sama sekali tidak mempunyai sidik jari.

Ketika mereka menekankan jarinya di kaca yang bersih dan licin, di atas kaca tidak terlihat sidik jari apapun.

Ilustrasi. Sumber: fbi.gov

Penelitian terbaru menunjukkan terdapat manusia yang terlahir tanpa tanda unik ini.

Karena menderita kelainan genetik langka, pramugari Cheryl Maynard dari Virginia, Amerika Serikat ternyata tidak memiliki sidik jari sejak lahir.

Karena tidak memiliki sidik jari tangan dan kaki, sehingga membawa banyak masalah yang tak terduga dalam pekerjaan dan rutinitasnya.

Dalam anggota keluarganya, selain ayahnya yang memiliki sidik jari normal, lainnya tidak memiliki sidik jari.

Keluarga mereka adalah satu-satunya keluarga di dunia yang diketahui tidak memiliki sidik jari.

Sementara secara global mereka yang diketahui tidak memiliki sidik jari totalnya tidak lebih dari 20 orang.

Ilustrasi. Sumber: Internet

Maynard menderita kelainan hilangnya sidik jari sejak lahir yang disebut dermatopathia pigmentosa reticularis (DPR).

Sepuluh jarinya tidak memiliki sidik jari, bahkan sepuluh jari kakinya juga tidak dilengkapi dengan sidik jari kaki yang khas.

Selain itu, ia juga tidak punya kelenjar keringat pada kulitnya, sehingga tidak bisa mengelurkan keringat secara normal.

Karena pekerjaan ayah Maynard termasuk dalam tingkat keamanan tertinggi dalam jajaran militer, sehingga semua anggota keluarganya harus selalu login identitas diri, mengambil sidik jari.

Namun, istri dan anak-anaknya semua justru direpotkan dengan tidak adanya sidik jari, sehingga membawa banyak rintangan dalam kehidupan dan keseharian mereka.

Sementara itu, Cheryl Maynard adalah seorang pramugari, yang kerap keluar masuk pabean di bandara berbagai negara, dan wajib diambil sidik jari untuk memastikan identitasnya.

Hal ini tidak hanya memberikan tantangan sangat besar pada profesinya, karena sebagai awak pesawat, ia harus menerima “pemeriksaan kejujuran.”

Ilustrasi. Sumber: www.nigc.gov

Tapi tidak ada sidik jari hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi Maynard.

Ia juga tidak bisa mengeluarkan keringat, sehingga ia harus selalu berhati-hati terhadap gejala hyperthermia, yang secara drastis membatasi peluangnya untuk beraktivitas di luar ruangan.

Hyperthermia adalah suatu keadaan ketika mengalami kenaikan suhu tubuh diatas normal.

Namun, tidak ada sidik jari hanyalah salah satu dari banyak masalah yang dihadapi Maynard.

Secara permukaan, dermatopathia pigmentosa reticularis-DPR tidak akan mengancam kehidupan penderita, tapi sebenarnya itu juga sangat berbahaya.

Tubuh tidak dapat berkeringat menunjukkan bahwa cuaca yang panas atau suatu kegiatan ekstrim apapun akan membuat mereka heatstroke (kondisi dimana suhu tubuh dapat mencapai lebih dari 40°C atau lebih).

Misalnya Maynard, dia tidak boleh naik sepeda terlalu lama, beberapa menit kemudian harus merendam kepalanya ke dalam air untuk menurunkan suhu badan, jika tidak akan terjadi heatstroke padanya.

Maynard kerap menggenggam kantong es, dan sebagian besar waktunya harus menggunakan AC, siksaan itu  tampaknya harus menemaninya seumur hidup. (jhony/rp)

Sumber: read01.com

Erabaru.net

Share

Video Popular