Erabaru.net. Beginilah potret keluarga Petrak yang bahagia, sedang menikmati liburan mereka di pantai.

Namun, situasi memilukan tiba-tiba menimpa keluarga ini.

Seorang balita berusia 17 bulan mencium ibunya untuk terakhir kalinya, sebelum ia meninggal karena kerusakan otak, beberapa jam setelah dokter melakukan operasi darurat untuk menyelamatkan bayi perempuannya.

Imogen Petrak dilarikan ke rumah sakit Gold Coast di Australia saat menderita infeksi telinga, menurut halaman Go Fund Me yang dikelola suaminya, John yang sekarang menjadi duda.

Imogen sedang hamil 36 minggu saat itu. Para dokter menemukan bahwa infeksi telinga Imogen telah menyebar ke otaknya, menyebabkan kerusakan jaringan tubuh yang mematikan.

Staf medis bergegas untuk melakukan pembedahan darurat dan mengeluarkan janin perempuan di dalam rahim Imogen, Eleanor.

Walaupun lahir secara prematur atau empat minggu lebih awal dari jadwal kelahiran, kondisi Eleanor sehat.

Tapi nasib Imogen tidak demikian. Saat sinyal alat vitalnya menurun, anak laki-lakinya, JB, dibawa masuk untuk memberikan ciuman terakhir kepada ibunya tersebut.

JB Petrak mencium ibunya sebagai tanda selamat tinggal.

(Gambar diambil dari https://www.gofundme.com/new-family-face-unthinkable-tragedy)

“Hari ini adalah hari yang sangat pahit,” tulis John Petrak, suami Imogen, dalam pesan Facebook.

“Pada pukul 12:11 Eleanor Lillian Joy, putri pertamaku dan anak keduaku lahir melalui keadaan darurat [bagian c]. Kemudian beberapa saat setelah jam 5 sore, istriku yang cantik menghembuskan nafasnya akibat komplikasi infeksi telinga.”

John menuliskan pada postingannya, bahwa Eleanor yang baru lahir akan tetap dirawat intensif selama beberapa hari untuk membantu menyiram cairan dari paru-parunya.

“Dia cantik sekali,” tulis Petrak tentang putrinya. “Dia memiliki bibir, telinga, dan rambut sama seperti Imogen.”

Eleanor Petrak

(Gambar diambil dari https://www.gofundme.com/new-family-face-unthinkable-tragedy)

Walaupun merasa patah hati ditinggal sang istri, John juga mengucapkan terima kasih kepada keluarganya karena telah mendukung mereka melalui masa-masa sulit.

“Terima kasih atas doa dan harapan Anda semua, namun Tuhan punya rencana lain. Imogen telah kembali berpulang kepada-Nya,” tulis Petrak.

“Koper yang siap mengangkut barangnya saat pulang dan telah disiapkan dalam bagasi, tidak pernah digunakan.”

“Di rumah, mesin jahitnya terlantar, dengan baju jahitan untuk Eleanor yang belum selesai,”tulis ayah yang sedang patah hati namun tetap berjiwa besar itu.

“Setiap rencana yang telah kita rencanakan… pergi begitu saja. Dia selalu membantuku, namun sekarang dia telah pergi. Tapi aku harus terus hidup dan melalui semua ini. Aku memiliki Tuhan, dan Dia telah memiliki Imogen dan kakek dan nenekku dan pada saatnya dia akan memilikiku kembali”.

John, JB, dan Imogen Petrak.

Renee, kepala Kelompok Bermain yang sering dihadiri Imogen bersama anak laki-lakinya, memulai kampanye di Go Fund Me untuk membantu ayah duda dengan dua anak tersebut.

Menurut halaman Go Fund Me, Imogen dan John termasuk jemaat Gereja Kristen Lifehouse.

Sejauh ini, kampanye tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari $ 104.000.

Ivan Pentchoukov melaporkan untuk The Epoch Times

(intan/asr)

Share

Video Popular