Erabaru.net. Jean Hilliard yang berusia 19 tahun saat itu sedang berkendara pulang dari rumah seorang teman.

Namun mobilnya tergelincir di jalan yang dingin dan terjebak dalam selokan.

Sumber: SS Youtube.

Jalan yang Jean lalu adalah jalan berkerikil dan sempit.

Ia takut jika dia tinggal di mobil, ia akan mati membeku.

Beruntungnya, ia mengenal seseorang yang tinggal di dekatnya, sehingga ia memutuskan untuk mulai berjalan ke rumah tetangganya.

Tapi rumahnya lebih jauh dari yang ia duga dan ia terus berjalan.

Kakinya mulai terasa dingin, dan ia terus berjalan melawan angin. Dia semakin merasa lelah.

Jean telah berjalan dua mil di atas salju yang berangin.

Sumber: SS Youtube.

Ia menyadari bahwa rumah temannya juga tak jauh dari situ.

Akhirnya ia memutuskan untuk segera berjalan menuju rumah temannya.

Saat itu jam 1 pagi, ketika ia sampai di jalan masuk, ia tiba-tiba ambruk.

Selama enam jam yang mengerikan, Jean Hilliard tergeletak dan tak sadarkan diri di jalanan bersalju.

Sumber: SS Youtube.

Saat suhu di bawah nol, secara perlahan mengubahnya menjadi es, manusia.

Pukul 7 pagi, teman Jean yang bernama Wally Nelson keluar dari pintu rumahnya dan menemukan tubuh Jean membeku.

“Saya pikir dia sudah meninggal. Wajahnya seperti hantu,” katanya.

Tanpa berpikir panjang, Wally langsung memasukkan temannya yang membeku ke dalam mobil secara diagonal. Tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Sumber: SS Youtube.

Ketika mereka sampai di Rumah Sakit Kota Fosston jam 8 pagi, dokter takut ia tidak bisa diselamatkan.

“Kami tidak dapat mengambil suhu tubuhnya karena tidak ada tempat yang bisa digunakan untuk meletakkan termometer,” kata dokter yang menangani Jean, Dr. George Sather.

Menurut Dr. Sather, ia tidak bisa membuka mulutnya. Tidak bisa mengangkat lengannya. Tidak ada persendiannya yang bergerak. Jean membeku dan padat, setipis kayu yang ditutupi es.

Kelopak matanya membeku, dan matanya tidak merespons cahaya.

Kulitnya terlalu keras untuk ditusuk dengan jarum.

Bahkan ketika kita bisa mendapat denyut nadinya, ia hanya mendapat delapan detak jantung sebentar.

“Dia kaku, seperti sepotong daging yang telah lama dibekukan,” kata Dr. Sather.

Mereka yang melihatnya tahu hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan nyawa Jean.

Sather memesan bungkus hangat dan lembab yang akan diletakkan di sekitar tubuh Jean.

Enam jam di musim dingin yang beku telah mengubahnya menjadi patung es manusia.

“Kami memegang tangannya, dan kami terus memanggil namanya, berharap adanya sebuah respons,” tutur ibunya.

Menurut ibunya, kira-kira pukul satu siang Jean mulai bergerak. Ibunya mendengar ia meminta air.

“Kami tahu ada keajaiban yang terjadi,” kata sang ibu.

Kemudian malam itu, sebagian tubuh Jean mulai mencair secara perlahan. Pada hari ketiga, dia bisa menggerakkan kakinya.

Dr. Sather mengatakan, “Saya telah melihat banyak orang membeku seperti itu, tapi saya belum pernah melihat kasus di mana orang tersadar tanpa harus melakukan amputasi besar.”

Dr. Sather bahkan sebelumnya telah megatakan kepada kedua orang tuanya bahwa dia mungkin akan kehilangan kedua kakinya akibat amputasi.

Jean menghabiskan enam hari perawatan intensif sebelum dipindahkan ke kamar pasien biasa.

49 hari kemudian, Jean diperbolehkan meninggalkan rumah sakit tanpa kehilangan apapun.

Benar-benar kisah yang luar biasa, dimana keajaiban datang kepada Jean. Selamat Jean, jalani hidupmu selanjutnya lebih baik lagi.

Tonton videonya di bawah ini. (rp)

Share
Tag: Kategori: Headline VIDEO

Video Popular