Erabaru.net. Anak orangutan bernama Mingky ini telah dirantai dan dibiarkan berada di antara dua bangunan selama setahun dengan tidak ada yang datang menyelamatkannya.

Ini pernah terjadi di sekitar dan lingkungan kita pada 2016 lalu.

Wajahnya yang sedih itu menggambarkan perasaannya bahwa manusia bertindak brutal tanpa memiliki perasaan prihatin dan belas kasihan.

Sumber: Orangutan Information Centre

Setelah diselamatkan, orang yang telah mengambil anak orangutan itu ingin primata ini dirantai dan ditempatkan sebagai tontonan hiburan buat keluarganya.

Mingky masih bayi ketika ia ditangkap di dalam sebuah kebun dekat hutan di Aceh dimana Mingky dan ibunya tinggal. Diduga ibunya telah dibunuh sebelum Mingky diambil keluar dari hutan.

Dalam bulan Februari, seorang pria yang telah menangkap Mingky telah memutuskan untuk menyerahkan Mingky kepada salah seorang temannya.

Dan temannya itu memutuskan untuk menempatkan Mingky di satu tempat yang dianggap terbaik yaitu di antara dua rumah.

Sumber: Orangutan Information Centre

Menurut Panut Hadisiswoyo yang merupakan pendiri dan Direktur Pusat Informasi Orangutan (OIC), “Pria itu ingin anak orangutan itu dirantai dan dijadikan tontonan hiburan bagi keluarganya.”

Mingky telah dirantai selama setahun, dengan rantai itu ditempelkan dilehernya dengan sekrup dan mur ditempelkan ke dinding.

Mingky tidak ditempatkan di sebuah tempat yang mana dia bisa berlindung.

Hanya itu dibiarkan berada di antara dua bangunan beton yang dipisahkan dengan jarak 2 kaki saja.

Tanpa ibunya yang tidak ketahui nasibnya, Mingky hanya dapat mendekap dirinya sendiri untuk tidur setiap hari selama setahun.

Sumber: Orangutan Information Centre

Pemiliknya akan melihatnya setiap hari untuk memberinya makan dengan buah-buahan dan jika ia beruntung, nasi akan diberikan.

Setiap hari selama setahun begitulah rutin hidup anak orangutan yang masih kecil ini. Kondisinya sangat tersiksa.

Setiap hari ada saja orang yang melalui jalur sempit itu, akan tetapi tidak ada yang peduli dan ingin menyelamatkan Mingky.

Akhirnya, setelah setahun, kesengsaraannya berakhir.

Sumber: Orangutan Information Centre

Tim Pusat Informasi Orangutan menemukan anak orangutan jantan yang berusia 3 tahun ini.

Saat ditemukan, ia dirantai dan dibiarkan berada di antara dua bangunan dan kondisinya sangat menyedihkan.

Berdasarkan informasi internal yang diperoleh, Mingky telah ditangkap secara ilegal dan ditempatkan di sebuah rumah di pelosok dekat kota Blang Pidie, Barat Daya Aceh.

Bersama kelompok pecinta hewan dan polisi, tim telah tiba di tempat kejadian untuk menyelamatkan anak orangutan tersebut, yang mana penduduk desa telah setuju untuk menyerahkan Mingky kepada mereka.

Panut mengatakan, “Pemilik Mingky telah setuju untuk menyerahkan orangutan itu kepada tim penyelamat.”

Sumber: Orangutan Information Centre

Pria ini juga menceritakan bagaimana temannya yang telah menangkap Mingky sebelum ia diserahkan kepadanya.

Meskipun ia tahu memiliki hewan larangan itu adalah salah di sisi Undang-Undang, pria itu tidak dituntut secara hukum. Pria itu hanya mendapat orangutan itu dari temannya dan secara sukarela menyerahkan Mingky kepada pihak terkait.

Meskipun jelas dia membuat hewan itu menderita, dia terlepas dari segala tuntutan hukum.

Meskipun demikian tim penyelamat bertekad untuk melakukan apa saja yang mereka perbuat untuk anak orangutan tersebut.

Mingky masih merasa trauma dengan melihat orang yang datang berkunjung dan ingin mengambilnya.

Ia bertindak liar dan agresif karena takut dengan situasi yang pernah dialaminya.

Tim penyelamat membutuhkan waktu untuk menenangkan Mingky sebelum rantai itu dapat dilepas dari lehernya.

Sumber: Orangutan Information Centre

Cerita sedih Mingky yang diselamatkan ini bukan satu-satunya cerita tentang perdagangan ilegal hewan terlindungi.

Sumber: Orangutan Information Centre

Di Thailand, Organisasi Sahabat Margasatwa Thailand (WFFT) telah menemukan seekor monyet yang telah dikurung dan dirantai di antara dua bangunan di kota Bangkok selama 25 tahun. Amat menyedihkan.

Menurut pendiri WFFT, Edwin Wiek, “Saya telah melihat kasus hewan yang menderita didera selama 17 tahun, tetapi tidak menyangka yang monyet ini menjadi salah satu kasus 10 besar yang memilukan.”

Masih banyaj hewan lain juga berisiko mengalami pengalaman serupa.

Orangutan adalah spesies yang paling terancam di Indonesia ketika habitatnya telah dimusnahkan untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit ditambah dengan kasus perdagangan hewan dilindungi.

(asr)

Sumber : Orangutan Information Centre

Erabaru.Net

Share

Video Popular