Erabaru.net. Karena gizi buruk, Saida, seorang gadis 18 tahun asal Sana’a, ibukota Yaman ini tampak kurus kering tanpa daging, apalagi lemak menempel di tubuhnya.

Kondisi fisiknya itu menarik perhatian luas dari berbagai media utama dunia.

Sumber: gigcasa.com

Sekarang setelah menjalani terapi dan perawatan intensif selama lebih dari satu bulan, wajah Saida sedikit lebih baik.

Raut wajahnya sudah hampir sama normalnya dengan orang-orang pada umumnya.

Namun kurangnya makanan di Yaman masih sangat memprihatinkan.

Oktober tahun lalu, karena gizi buruk Saida dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit setempat untuk perawatan darurat.

Sumber: gigcasa.com

Setelah satu bulan perawatan intesif, raut wajah kini tampak jauh lebih baik dari sebelumnya, ia sudah bisa bicara, dan tersenyum.

Sumber: gigcasa.com

Dokter tengah melakukan pemeriksaan fisik Saida. Saida sudah bisa makan makanan cair, tapi tidak boleh terlalu banyak.

Sumber: gigcasa.com

Karena kekurangan gizi atau gizi buruk berkepanjangan, postur badan Saida yang kini berusia 18 tahun jauh lebih kecil dari orang-orang normal umumnya.

Sumber: gigcasa.com

“Meski ditangani secara pengobatan, tapi fisiknya sangat sulit kembali ke bentuk normal,” kata dokter setempat.

Saida dan ayahnya.

Sumber: gigcasa.com

Para juru rawat secara rutin menimbang berat badan Saida.

Sumber: gigcasa.com

Dari layar timbangan, berat badan Saida baru sekitar 30 kg.

Sumber: gigcasa.com

Perang memang benar-benar hal yang sangat kejam.

Tidak hanya para prajurit di garis pertempuran pertama, bahkan rakyat jelata yang tidak berdosa juga ikut sengsara, mereka kelaparan dan menjadi korban.

Semoga saja dunia ini lebih damai, tidak ada lagi yang namanya perang, agar umat manusia di muka bumi bisa hidup dalam kedamaian setiap hari !

Saida hanyalah satu di antara ribuan anak-anak dan remaja di Yaman yang kekurangan makan dan gizi.

Mereka inilah korban perang suudara yang berkobar di negeri itu sejak hampir dua tahun lalu.

Satu generasi di Yaman bisa lumpuh akibat kelaparan ini.

Sejak pasukan gabungan yang dipimpin Arab Saudi mengirimkan mesin-mesin perangnya ke Yaman pada Maret 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menaksir ada lebih dari 10 ribu jiwa melayang akibat perang.

Gara-gara perang berkepanjangan, menurut badan PBB untuk urusan anak-anak (UNICEF), lebih dari 1,5 juta anak-anak Yaman hidup sengsara. (jhony/rp)

Sumber: gigcasa.com

 

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds