Erabaru.net. Anjing Laut Tutul Kutub (Hydrurga leptonyx) atau disebut Leopard Seal termasuk hewan ganas, penguasa kutub.

Paul Nicklen, seorang fotografer mempunyai pengalaman mendebarkan saat bersama raja predator Antartika itu.

“Saya pergi ke Antartika untuk mengabadikan hewan ganas, tidak dinyana selama empat hari berturut-turut, raja predator terkenal Antartika itu terus-menerus merawat, memelihara dan menyuapi saya dengan burung buruannya, ini benar-benar pengalaman paling luar biasa sejak saya menjadi fotografer National Geographic magazine,” cerita Nicklen.

Berada di sisi makhluk yang berukuran besar di laut kutub itu, manusia seakan menjadi makhluk lemah.

“Ketika Anda berada di dalam air bersama satwa liar, Anda pada dasarnya telah menyerahkan diri kepadanya, karena manusia sangat tidak berdaya dan rentan di dalam air. Anda perlu perlindungan dari Leopard Seal, membutuhkan kasih karunia darinya,” kata Nicklen.

Ketika ia melihat Leopard Seal yang besar ini di pantai, ia tahu sudah waktunya masuk ke dalam air.

Kepala anjing laut ini lebih besar dari beruang Grizzlies.

Ketika ia berenang menuju ke arahnya untuk melepaskan mangsa dari mulut yakni seekor pinguin, sang fotografer saking takutnya, tenggorokannya terasa kering dan kedua kakinya gemetar.

“Dan ibu anjing laut tutul itu selain tidak menyerang saya, malah menyuapi saya makan burung penguin, mengikuti kemana saya pergi berkeliling dan seluruh proses itu seperti permainan tonil,” kata Nicklen.

Setelah beberapa menit, dia melonggarkan mulutnya dan mengambang di sisi Nicklen sambil beristirahat.

Leopard Seal berenang menuju Paul sembari melepaskan mangsa pinguin dari moncongnya. (internet)

Selama empat hari berikutnya, dia terus membawa pinguin hasil buruan barunya untuk mahluk (manusia) yang lemah ini.  pada awalnya dia berkali-kali membawa pinguin hidup!

Selanjutnya yang dikirim adalah pinguin mati – mungkin dia menyadari bahwa si fotografer itu sepertinya adalah “seekor predator yang sangat tidak berguna di samudera ini”.

Dia mengira lensa kamera itu adalah mulutnya Paul dan langsung ‘melolohkan’ pinguin ke arah lensa.

Tapi inilah momentum yang paling dinantikan oleh fotografer di seluruh dunia.

Selain itu dia juga mendemonstrasikani cara memakan pinguin di depan Paul.

Ia juga mencoba untuk memberikan potongan daging pinguin kepadanya.

Sang Leopard Seal dengan tenang acting di depan kamera Paul Nicklen, pandangan mata yang seolah tersenyum itu penuh percaya diri yang kuat. (Internet)

Di Kutub Utara, anjing laut sering dikuliti hidup-hidup oleh manusia.

Lemak mereka juga dibuat menjadi minyak ikan untuk dijual.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri perburuan anjing laut Kanada telah mendapatkan sorotan dari organisasi perlindungan hewan.

Banyak orang turun ke jalan menyerukan untuk mengakhiri pembantaian kejam tersebut.

Bayi anjing laut yang tak berdosa dan sangat lucu ini diabadikan di Teluk St. Lawrence Kanada pada Maret 2008. (Joe Raedle / Getty Images)

Dalam pidato yang disampaikan Paul Nicklen, aktivitas pemotretannya tentang satwa di wilayah kutub, berawal dari pengalaman masa kecilnya yang pernah hidup berdampingan dengan suku Inuit.

Dia pun berkomitmen untuk menghasilkan karya satwa yang indah agar memicu kepedulian masyarakat tentang perlindungan daerah kutub dan dampak dari pemanasan global. (su lin/hui/whs/rp)

Share

Video Popular