Erabaru.net. Di Kopenhagen, Denmark, ketinggian semua tong sampah hanya 1,2 me¬ter, alasannya adalah supaya pemulung dapat lebih mudah mengorek-ngorek sampah. Hal ikhwal dari masalah ini adalah suatu penemuan kebetulan oleh Daniel, seorang pegawai negeri sipil.

Daniel pada suatu ketika di jalan melihat seorang tua tunawisma sedang ber¬sandar di tempat sampah dan mengaduk-aduk sesuatu.

Tong sampah itu terlalu tinggi baginya, maka ia harus berjinjit dan tubuh bagian atasnya masuk seluruhnya ke dalam tong sampah, baru dapat mengambil barang di dalamnya.

Selama beberapa saat, barulah si tunawisma itu menemukan dua botol air mineral dari dalam tong sampah, dan wajahnya pun berlepotan dengan kotoran.

Menyaksikan kejadian tersebut, hati Daniel merasa iba.

Daniel menemukan bahwa banyak pemulung berperawakan kecil, beberapa diantaranya malah cacat, bagi mereka tong sampah di jalanan Kopenhagen, seolah bagaikan sebuah gunung yang menunggu mereka untuk menaklukkannya.

Lalu, Daniel menulis sebuah proposal mengenai pengubahan ukuran tong sampah di perkotaan, dan dirujuk ke departemen terkait.

Ia menulis begini:

Saya rasakan, kesejahteraan seharusnya tidak melulu gerakan bantuan di permukaan saja, tetapi seharusnya memudahkan sejumlah orang yang hidup mandiri memperoleh martabat yang selayaknya.

Tong sampah di beberapa tempat jalanan utama Kopenhagen tingginya 1,5 meter, saya sangat menyarankan untuk mengurangi ketinggian semua tong sampah itu sebanyak 30 cm, dengan demikian seorang pemulung demi mendapatkan sebuah botol tidak perlu sampai membuat wajah mereka penuh dengan kotoran.

Proposal itu dengan cepat mendapat persetujuan dari atasan.

Share

Video Popular