Erabaru.net. Seorang ayah di Slovenia harus mengucapkan selamat tinggal kepada putrinya yang tercinta pada 2016.

Putrinya itu tewas setelah dirawat di rumah sakit.

Ia mengalami luka fatal yang diakibatkan oleh perlakuan ibunya dan pacar ibunya.

Tampak seorang ayah bernama Senad Kardasevic yang sedang mencium anak perempuannya yang berusia dua tahun saat dia terbaring sekarat di ranjang rumah sakit.

Ia disiksa oleh mantan istrinya dan pacarnya yang mengirim anak itu ke rumah sakit akibat luka parah.

Arina, nama bocah naas itu, akhirnya meninggal dunia, dua hari kemudian.

Senad Kardasevic bersama keluarga. (Facebook | Senad Kardasevic)

Ibu Arina, Sanda Alibabic, dan pacar ibunya, Mirzan Jakupi, ditangkap polisi, setelah dokter menduga mereka telah melakukan tindak kekerasan terhadap Arina.

Mereka memukuli Arina hingga tewas di rumah tempat gadis balita itu tinggal.

http://www.liftable.com/varvara-budetti/dad-forced-tearfully-kiss-2-yr-old-daughter-goodbye-mom-boyfriend-send-hospital/

Kardaevic pun segera mengunjungi Arina setelah menerima telepon dari seorang dokter, yang memberitahukan bahwa Arina berada di unit perawatan intensif rumah sakit.

Sandra, waktu itu yang memanggil ambulans dan memberitahu paramedis bahwa anaknya bermain radiator, yang mengakibatkan wajah bengkak, patah tulang, dan tubuhnya memar.

Arina (Facebook | Senad Kardasevic)

Saat kejadian disiarkan, orang-orang terkejut melihat foto yang menunjukkan Kardasevic menangis di samping tempat tidur Arina saat berbaring tak berdaya di tempat tidur.

Senad Kardasevic bersama Arina, anak perempuannya. (Facebook | Senad Kardasevic)

Menurut Liftable, Kardaevic mengunggah fotonya bersama anaknya ke Facebook.

Ia meminta lebih banyak kesadaran terhadap kasus penganiayaan anak.

Pasalnya, sebelumnya dia melihat memar pada wajah putrinya setelah dipindahkan ke Rumah Sakit Jakupi.

Dia melaporkan tindakan ibu Arina ke layanan perlindungan anak setempat.

Namun karena tanpa bukti adanya penganiayaan, kasus itu pun ditutup. (intan/rp)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular