Erabaru.net. Menyambut Hari Anak Nasional 2017, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai perhatian masyarakat Indonesia terhadap penolakan kasus bullying atau perundungan semakin baik.

Namun demikian, KPAI menyoroti adanya andil masyarakat turut memviralkan video-video kasus kekerasan atau perundungan terhadap anak di dunia maya. Langkah penyebaran video bullying merupakan tak semestinya dilakukan oleh masyarakat.

Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh mengatakan banyak viral kasus-kasus anak dibagikan pengguna medsos ke berbagai kalangan dengan semangat agar mendapatkan banyak atensi. Padahal, penyebaran video kekerasan anak merupakan pelanggaran hukum.

“KPAI meminta untuk tidak terus memviralkan video kekerasan, bullying,” ucap Asorun dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/7/2017).

KPAI menilai ketika penyebaran video bullying secara luas di tengah masyarakat, justru mendatangkan kerugian terhadap korban dan pelaku. Apalagi mereka masih terdiri dari golongan anak-anak.

Hal demikian dikarenakan diperlukan penanganan yang berbeda  ketika bullying dilakukan oleh anak-anak. Menurut Asrorun, jangan sampai langkah yang diambil mengedepankan pendekatan punitif justru mematikan masa depan anak.

Lebih jauh Asrorun menambahkan, penanganan yang keliru justru menghilangkan hak dasar anak, serta semakin mendorong anak untuk terus melakukan tindakan yang salah tanpa upaya pemulihan.

Jika kemudian masyarakat mengetahui adanya kasus Bullying, KPAI menyarankan kepada masyarakat untuk menyerahkannya kepada KPAI atau kepolisian untuk ditangani.

Bagi KPAI ini dikarenakan tak ada solusi yang baik jika hanya semata-mata disebarkan di dunia maya. (asr)

Erabaru.net

Share

Video Popular