Erabaru.net. Inilah sekelumit poin-poin antara dialog antar dua ibu mertua dengan seorang ibu mertua.

Sebut saja ibu Merry (nama samaran) berkata : Menantu saya itu, orangnya malas, tidur sampai siang, mondar-madir sepanjang hari tidak mengurus pekerjaan rumah tangga, malah menyuruh anak saya bawa makanan ke kamarnya, benar-benar keterlaluan.

Kemudian, seorang tetangga bertanya pada ibu mertua di sampingnya : Bagaimana dengan putrimu, dapat suami/mertua yang lumayan kan ?

Ibu mertua itu bilang : Ya betul, dia sangat bahagia, semua orang sangat baik padanya, tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bisa jalan-jalan ke mana saja saat libur, bisa tidur siang sesukanya, malahan menantu saya itu memasak dan mengantarnya ke kamar untuk putri saya.

Berikut poin-poinnya ;

1. Membantah/melawan kata-kata ibu kandung, tapi ibu tidak akan menyimpannya di hati, dan akan cepat melupakannya ; Melawan kata-kata ibu mertua, akan selalu disimpannya dalam hati, dan takkan pernah dilupakan.

2. Ibu kandung memotong buah untuk kamu, itu alami ; Kamu memotong buah-buahan untuk ibu mertua, itu sudah sewajarnya.

3. Saat lapar, ibu kandung memasak 3 kali menu makan sehari untuk kamu, itu alami ; Ibu mertua memasak 3 kali menu makan sehari untuk kamu, itu kurang ajar.

4. Waktunya makan, lupa memanggil ibu untuk makan, tidak apa-apa ; Lupa memanggil ibu mertua, itu tidak sopan.

5. Ibu kandung sedang sibuk-sibuknya, kamu tidak membantu, tidak apa-apa ; Ibu mertua sibuk, kamu tidak ikut membantunya, membuatnya jengkel dan gregetan.

6. Di rumah ibu kandung, dimana ketika mengerjakan suatu urusan di luar, tidak perlu buru-buru pulang, tinggal menunggu waktunya makan malam ; Di rumah ibu mertua, dimana ketika sedang menangani suatu urusan di luar, harus buru-buru pulang ke rumah ; wejangan ibu kandung, masuk telinga kiri keluar telinga kanan (kiasan cuek/tidak peduli), nasihat ibu mertua, dengan perasaan tidak senang juga terpaksa menjawab ya…ya…

7. Tidak mengajak ibu kandung saat bepergian atau jalan-jalan, tidak ada yang akan bilang kamu anak durhaka ; Tapi kalau tidak mengajak ibu mertua, akan ada yang bilang kamu kurang ajar tidak berbakti.

8. Boleh menyalahkan suamimu di hadapan ibu kandungmu, tapi jangan sekali-kali mengeluh/menyalahkan suamimu di depan ibu mertua.

9. Bermalas-malasan di depan ibu kandung tidak akan membuatmu gundah ; Tapi kata “malas” ini jangan kamu ucapkan di depan ibu mertua.

10. Kalau ada makanan enak di rumah, ibu kandung merasa sayang untuk menikmatinya, ia meninggalkannya untuk kamu, tetapi di rumah ibu mertua, kamu harus memberikannya kepada orang lain.

11. Ibu kandung peduli dengan kesedihan, kebahagiaan kamu ; tapi bagaimana dengan ibu mertua, hal ini sangat susah menilainya.

12. Mengentakkan kaki di depan ibu kandung, itu namanya lagi manja sama ibu ; tapi kalau mengentakkan kaki di depan ibu mertua, itu keterlaluan namanya.

13. Ibu kandung membantu putrinya menyiapkan ulang tahun ; Putrinya membantu ibu mertua ulang tahun.

14. Ibu kandung dengan susah payah merawat kamu hingga dewasa, dan merasa tak tega menyuruh-nyuruh kamu ; Tapi begitu tinggal di rumah ibu mertua, maka kamu harus menggantikannya merawat putra sulung dan melayaninya.

15. Ibu kandung tidak mempermasalahkan suami putrinya itu tidak membantunya masak atau cuci piring, sementara ibu mertua selalu mengawasi isteri putranya itu apakah membantu putranya membuat masakan atau cuci piring.

16. Para ibu yang merupakan mantan menantu orang ini hanya tahu tidak mudah menjadi menantu di rumah orang lain/mertua, apalagi putrinya yang menjadi menantu di rumah oran lain itu jauh lebih sulit lagi ; Tapi tidak pernah terlintas dalam benak para ibu-ibu yang telah berstatus sebagai mertua ini bahwa para gadis/perempuan yang menjadi menantu di rumahnya itu juga sama, tersiksa.

(jhony/asr)

 

Sumber : Woo22.com

Share

Video Popular