Erabaru.net. Ikatan yang tidak bisa dipisahkan antara wanita yang sedang sekarat dan kuda yang dicintai dan dirawatnya selama 25 tahun.

Mereka bersatu kembali tepat pada waktunya, detik-detik sebelum dia meninggal. Memang, itu adalah harapan terakhirnya.

Sheila Marsh telah bekerja di Arena Pacuan Kuda Haydock Park sejak usia 21. Kuda memainkan peran yang sangat penting dalam hidupnya, terutama Bronwen, kuda kesayangannya yang ia pelihara, dibelai, dipeluk dan dikendarai.

Ini karena dia adalah anak kuda. Mereka telah bersama-sama selama hampir dua dekade.

Kredit: Twitter | Andrew Foster

Sayangnya, saat menginjak usia 77 tahun, Marsh didiagnosis menderita kanker stadium akhir. Berbaring di ranjang dan menunggu ajalnya datang.

Dia memiliki sebuah keinginan terakhir yang ingin dipenuhi: ia ingin dipertemukan dan dipersatukan kembali dengan kuda tercintanya, Bronwen untuk terakhir kalinya.

Seiring kesehatan Sheila yang terus memburuk, putrinya, Tina Marsh berbicara dengan staf di Rumah Sakit Royal Albert Edward di Wigan, Inggris tentang keinginan terakhir ibunya itu.

Untungnya, mereka dengan senang hati membantu mewujudkan harapan itu.

Kredit: Facebook | Wrightington, Wigan dan Leigh NHS Foundation Trust

Staf rumah sakit menurunkan tempat tidur Sheila ke tempat parkir di mana kuda-kudanya favoritnya dari masa lampau berkumpul di sana.

Kuda-kuda ini menunggu untuk dipertemukan kembali dengan juru kunci mereka yang dulu setia mengurus mereka. Diantara mereka, hadir juga Bronwen.

Akhirnya, Sheila mendapat kesempatan untuk berbagi momen terakhir yang berharga dengan Bronwen. Saat melihat Sheila, Bronwen langsung berlari ke arahnya.

Ketika Bronwen berada di sisi Sheila, dia “serasa berada di bulan.” Sheila memanggil nama kuda itu dengan kekuatan terakhirnya, sementara Bronwen mengusap pipinya.

“Butuh banyak waktu bagi ibu untuk berbicara pada hari terakhirnya. Tapi dia dengan jelas menyebut nama Bronwen dan meminta Bronwen menciumnya,” kata Tina.

Bronwen membungkuk dengan lembut, dan memberi Sheila ciuman terakhir yang manis dan tak terlupakan.

Kredit: Twitter | Fiona Murphy MBE

Melihat reuni sentimental ini, Tina tidak bisa menahan emosinya.

“Saya sadar air mata saya telah mengalir deras, dan semua perawat juga menangis. Dia benar-benar menikmati waktu yang indah dalam sisa-sisa hidupnya, “kata Tina kepada Manchester Evening News.

“Dia memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan Bronwen. Dia telah mengadopsinya selama sekitar 18 atau 19 tahun sejak Bronwen berusia 7 bulan.

“Sangat menyentuh bagi kita semua yang melihat momen berharga ini, itu sangat berarti bagi kita.”

Setelah mengucapkan selamat tinggal terakhirnya kepada Bronwen dan keluarganya, Sheila akhirnya meninggal dengan tenang dan tanpa penyesalan, beberapa jam setelah bertemu Bronwen, keesokan harinya.

Sungguh luar biasa ikatan antara makhluk hidup, dalam hal ini adalah ikatan antara manusia atau kuda.

Tampaknya sesuatu yang kita sayangi di dalam hati kita benar-benar berpengaruh terhadap apa yang kita jalani, dan ikatan yang dirasakan oleh hati itu bisa melampaui akal pikiran kita.

Mungkinkah, Sheila menunggu reuni terakhir ini sebelum meneruskan perjalanannya ke dunia lain?

Tontonlah video perpisahan yang emosional berikut ini :

(intan/asr)

Sumber : NTD.TV

Share

Video Popular