Sebelum menungguku selesai bicara, bos langsung menimpali : “Jumat malam kita makan bersama-sama. Oke?”

Aku tertegun mendengarnya, dan langsung menjawabnya, “bo, boleh, kapan pun kami siap.”

“Baiklah, ambilah cuti beberapa hari. Ajak orangtua mu jalan-jalan. Aku akan memberitahu supir, beberapa hari ini pakai mobil perusahaan untuk jalan-jalan.”

Buru-buru aku bilang sama bos : “Tidak, tidak usah. terima kasih banyak!”, entah apa yang harus kukatakan lagi, aku pun langsung berdiri dan membungkukkan badan di hadapannya.

Jumat depan sebelum pulang kerja, supir langsung mencariku, membawa ku ke stasiun kereta api untuk menjemput ayahku menuju restoran.

Saat supir menyebutkan nama restorannya, aku terkejut bukan main, sebab itu adalah restoran termewah di kota ini.

Itu adalam acara makan malam yang mewah dan hangat.

Beberapa rekan kerja pun hadir. Semua orang saling bercanda, ngobrol dan menemani ayah ku minum dengan bahagia.

Banyak orang yang sebenarnya tidak mengenal aku, biasanya juga hanya menganggukkan kepala setiap kali bertemu.

Namun saat makan malam itu, mereka bersikap seolah-olah sangat akrab denganku, memuji bahwa pekerjaan ku sangat baik dan selalu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas-tugasku.

Share

Video Popular