Erabaru.net. Saat itu seorang pekerja di sebuah pencucian mobil hendak memasak. Ketika dia membuka freezer pada tempat itu, tiba-tiba sesuatu temuan sungguh mengagetkan dirinya. Sehingga dia langsung melapor ke polisan setempat.

Lantas saja temuan ini menjadi heboh se seantereo Kalimantan Utara. Kegemparan ini bermula temuan bungkusan di Kampung Satu, RT 11, Jalan Bunyu, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (3/8/2017).

Sebagaimana diberitakan oleh Tribun Kaltim, isi bungkusan hitam yang ditemukan adalah sosok jasad seorang bayi yang membeku.

Menyeramkan lagi, sosok bayi tak berdosa ini ditemukan dalam bungkusan hitam yang dimasukkan di dalam panci. Posisi letak bungkusan jasad bayi itu dalam kulkas itu ada potongan daging.

Polres Tarakan yang menerima laporan ini langsung bertindak. Tak butuh waktu lama, tak sampai 12 jam aparat kepolisian sudah berhasil meringkus seorang tersangka berinisal SA.

Penetapan tersangka itu setelah polisi memeriksa sejumah saksi mata. Ternyata orang yang dijadikan tersangka itu adalah sosok wanita, tak lain ibu kandung dari bayi yang tewas menggenaskan.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Reskrim Choirul Jusuf kepada Tribun Kaltim mengatakan penetapan tersangka terhadap SA setelah dia mengakui seluruh perbuatannya.

Hasil interogasi kepolisan, ternyata SA melahirkan sendiri bayi yang malang dan kini sudah tak bernyawa itu. Prosesi kelahiran bayi ini sebenarnya terjadi sekitar Mei 2017 lalu hingga tiga bulan kemudian baru diungkap kepolisian.

Berdasarkan pengakuan SA yang dibeberkan kepolisian, bahwa bayi yang dilahirkan wanita berparas cantik itu sudah meninggal dunia saat dilahirkan.

Entah apa yang ada dibenak SA saat itu, tanpa berpikir panjang dia langsung menyembunyikan bayi itu ke dalam Freezer yang ada di rumahnya.

Lantas dua hari kemudian, jasad bayi itu dipindahkan ke kulkas yang berada di tempat usaha pencucian mobil milik suaminya.

Menurut kepolisian, pengakuan SA menyebutkan saat itu dirinya sedang takut ketika melihat bayi yang dilahirkannya meninggal dunia.

Polisi juga sudah memeriksa DO selaku suaminya SA. Hasilnya, DO mengaku tak mengetahui kehamilan istrinya. Sang suami juga mengaku tak mengetahui bahwa istrinya sudah melahirkan hingga peristiwa itu terkuak.

Psikolog juga sudah memeriksa SA di Ruang Perlindungan Perempuan Anak (PPA), Polres Tarakan, Jumat (4/8/2017). Kedatangan psikolog ini tak lain untuk mengetahui keadaan kejiwaan SA. (asr)

Sumber : Tribun Kaltim

Share

Video Popular