Ada yang menyarankan Vanesa agar menikah lagi setelah tahu dengan kondisi suaminya, tapi Vanesa menolaknya dengan tegas.

Demi mengobati Donny, tabungan keluarga bukan saja telah habis terkuras, malah meninggalkan utang sekitar Rp 80 jutaan.

Dan repotnya, selain harus mengurus suaminya, Vanesa juga harus merawat anaknya, sehingga ia tidak bisa bekerja dengan tenang, akhirnya ia pun mengundurkan diri.

Dan otomatis pemasukan pun terputus, karena tidak ada yang bekerja, sampai pada akhirnya Vanesa mencoba mendapatkan uang dengan berjualan di sekitar rumah sakit.

“Maafkan aku Nesa, demi aku kamu jadi susah dan berjualan di sepanjang jalan,” ujar Donny dengan sedih.

Ilustrasi jualan (Net)

Mendengar nada sedih suaminya, Vanesa berkata dengan lembut : “Tidak apa-apa, yang penting aku tidak mencuri atau menipu, lagipula kenapa harus malu makan dengan hasil keringat sendiri.”

Sebenarnya Vanesa merasa malu juga, minggu pertama saat mulai berjualan dia mengenakan masker dan topi, agar tidak diketahui orang yang mengenalnya.

Namun, beberapa waktu lalu kebetulan ia dikenali oleh seorang rekan kerjanya dulu saat Vanesa menjabat sebagai instruktur di perusahaan.

Rekan kerjanya juga tertegun melihatnya, tak disangka seorang insruktur yang terpandang ketika itu sekarang menjadi juragan lapak kaki lima.

Setelah kejadian yang membuatnya salah tingkah ketika itu, justru membuat Vanesa menjadi lebih santai dan terbuka.

Dia singkirkan gengsinya, melepas maskernya, dan dengan leluasa mulai menjual makanannya.

Share

Video Popular