Erabaru.net. Pernahkah teman-teman mendengar tentang “teori jembatan gantung” ?

Menurut teori psikologi, bahwa jika dua orang yang berlainan jenis berada di suatu tempat yang akan membuat mereka khawatir, takut, maka detak jantung yang bertambah cepat di saat seperti itu mungkin akan membuat perasaan kalian campur aduk, keliru mengira saling cinta, selanjutnya kemudian keduanya pun jatuh cinta.

Teori “Jembatan gantung” ini bersumber dari eksprimen psikolog Dr. Arthor Aron pada tahun 1974, ia membuat suatu percobaan di Vancouver Utara, Kanada.

Dari hasil percobaannya ditemukan bahwa jika kedua lawan jenis berada di atas Capilano Suspension Bridge pada ketinggian sekitar 70 meter, maka peluang sang pria untuk mendapatkan nomor telepon si wanita akan lebih besar, karena pada saat demikian perasaan tegang orang-orang secara psikologis akan keliru mengira terbuai dalam sensasi cinta dan jatuh dalam jaring asmara.

Namun, Keita Ochi, seorang ahli psikologi cinta dan profesor di Hosei University, Jepang ini menampiknya dengan mengatakan, bahwa tidak semua orang bisa berhasil mengencani wanita dengan teori “Jembatan gantung”.

Keita Ochi menjelaskan, “Teori jembatan gantung” memang berefek, tapi hasil percobaan menunjukkan bahwasannya tidak semua orang bisa mengencani wanita atau sebaliknya mengencani pria dengan teori jembatan gantung”.

Share

Video Popular