Erabaru.net. Pada sebuah pos pemeriksaan di Changwat Songkhla, Thailand seorang pria Malaysia yang melewati pos pemeriksaan tersebut. Dia diminta menghentikan kendaraannya sebagai pemeriksaan rutin oleh polisi setempat.

Namun, selama proses pemeriksaan itu, polisi melihat ekspresi dan sikap pria itu tampak ganjil dan tegang.

Sehingga polisi penjaga perbatasan pun curiga ada sesuatu yang disembunyikan oleh pria itu di mobilnya.

Sumber : AFP PHOTO

Kemudian polisi menyuruh pria Malaysia tersebut membuka bagasi belakang, tapi ia menolak.

Melihat gelagat yang semakin mencurigakan, polisi pun terpaksa membuka paksa bagasi belakang.

Dan tak disangka mereka tertegun seketika begitu melihat muatannya.

Sumber : AFP PHOTO

Tak disangka di dalam bagasi belakang tersembunyi beberapa ekor satwa liar langka.

Laporan media Thailand, Juni 2017 lalu menyebutkan ada dua orangutan yang baru berusia beberapa bulan.

Tak hanya orangutan ditemukan 51 ekor kura-kura India dan enam ekor Rakun (salah satu hewan mamalia yang berasal dari Amerika Utara).

Semua hewan ini merupakan spesies langka, harga mereka sangat fantastis di pasar gelap.

Sedangkan orangutan diketahui merupakan hewan yang dihidup di belanta raya hutan di Kalimantan dan Sumatera.

Hal paling menyedihkan adalah dua orangutan muda yang dikurung di bagasi pada ruang yang sempit.

Sumber : AFP PHOTO

Terlihat orangutan ini mengalami dehidrasi, dan tampak sangat lemah.

Kemudian polisi bergegas membawakan air dan makanan untuk mereka, untuk membantu memulihkan stamina mereka.

Sumber : AFP PHOTO

Kemudian polisi menahan pria Malaysia yang menyelundupkan satwa liar langka.

Dan setelah didesak polisi, tersangka ini mengaku hanya sebagai kurir yang bertugas menyelundupkan satwa liar.

Jika berhasil, ia bisa meraup jutaan rupiah untuk sekali jalan.

Akhirnya polisi menahannya untuk menelusuri penyelidikan selanjutnya.

Sebagaimana ditulis bangkoknation, penyelundup berusia 63 tahun itu dihentikan petugas pada tempat yang dikenal mengalami pemberontakan.

Wilayah ini juga  dikenal sebagai tempat penyelundupan obat-obatan terlarang, senjata dan selundupan lainnya.

“Tersangka mengatakan bahwa dia dipekerjakan untuk mengangkut hewan dari Perlis (Malaysia) ke Hat Yai (di Thailand) seharga 1.000 baht ($ 33 dolar),” kata Prach Kongthong, seorang petugas satwa liar yang bertugas di pos pemeriksaan tersebut, kepada AFP.

(joni/asr)

 

Sumber : happytify.cc/bangkoknation.com

Share

Video Popular