Erabaru.net. Julia Pastrana telah dilahirkan dengan kondisi genetik yang langka. Ini menyebabkan tubuhnya dipenuhi bulu dan dia mendapat gelar ape woman.

Sunggguh naas nasib buat Pastrana, dia telah dijadikan pameran yang bergerak dan terpaksa mengikuti petualangan ke seluruh Eropa.

Wikipedia

Akhirnya, dia meninggal setelah melahirkan anak pada tahun 1860.

Namun, tubuhnya masih dieksploitasi dan dijadikan bahan pameran bahkan setelah dia meninggal.

Jenazahnya itu akhirnya telah disimpan di sebuah lembaga penelitian di Oslo, Norwegia.

Namun, seorang seniman visual Laura Anderson barbata telah mengambil keputusan untuk memulangkan mayat itu ke Meksiko, tempat asal Pastrana.

Barbata mengatakan bahwa Pastrana layak mendapat tempat dalam sejarah oleh karena kisah hidupnya.

Barbata ingin mengubah nasibnya sebagai seorang korban kepada individu yang layak diceritakan kisah hidupnya.

Pastrana yang lahir di Meksiko pada tahun 1834 memiliki kondisi yang dinamakan congenital terminal hypertrichosis, yang menyebabkan tubuh dan wajahnya dipenuhi bulu tebal.

Dia juga turut menderita gingival hyperplasia yang menyebabkan bibir dan gusinya menjadi tebal.

Pada tahun 1854, dia telah dibeli oleh seorang pejabat Bea Cukai Meksiko dan dipamerkan ke seluruh Amerika Serikat dan Kanada.

Ketika dia tiba di New York, dia telah menikahi Theodore Lent yang menjadi pengurusnya.

Menurut ahli sejarah, Prapaskah menikahinya untuk mengontrol hasil pendapatannya saja.

Pemakaman Pastrana

Prapaskah bepergian ke seluruh Eropa bersama istrinya yang dijuluki dengan sebutan lain wanita beruang.

Namun, Pastrana turut dikenal karena memiliki minat mendalam terhadap nyanyian, musik, tari dan bahasa selain selalu disumbangkan ke badan amal.

Pada 1859, dia telah hamil dan sayangnya, anaknya turut menderita hypertrichosis dan meninggal 35 jam setelah dilahirkan.

Pastrana meninggal lima hari kemudian akibat komplikasi saat bersalin.

Prapaskah tidak mengubur kedua istri dan anaknya. Bahkan dia membawa mayat yang telah diawetkan di dalam lemari kaca dan memamerkannya.

Barbata telah mengetahui tentang kisah ini ketika adiknya tampil di dalam teater yang menceritakan tentang Pastrana.

Pada 2005, barbata telah membuat petisi kepada University of Oslo di mana mayatnya disimpan untuk mengembalikan jenazahnya ke Meksiko.

Baru-baru ini, semua pihak termasuk gubernur Sinaloa dan duta besar Meksiko untuk Norwegia telah bekerjasama dengan pihak universitas itu.

Mereka setuju untuk mengembalikan jenazahnya ke Meksiko.

Pastrana akhirnya dikebumikan di Sinaloa de Leyva 2013 lalu dekat kota kelahirannya.

(asr)

Sumber : Dailymail/NTD.TV/Erabaru.com.my

Share

Video Popular