Erabaru.net. Adanya penemuan sisa kerangka pilot pesawat tempur Perang Dunia II ini 72 tahun kemudian, keluarga mendiang akhirnya menemukan kisah akhir yang mereka butuhkan selama ini.

Pejabat Angkatan Udara Amerika Serikat Letnan William Gray yang berasal dari Kirkland, Washington, Amerika Serikat berusia 21 tahun ketika mendiang dikirim bergabung misi pemboman di Jerman pada 16 April 1945.

Saat itu. dalam misi Perang Dunia II yang mana pesawat tempur yang ditumpanginya telah jatuh dan menempel pada sebatang pohon di Lindau, Jerman.

Kredit: Twitter / The Chronicle

Setelah 72 tahun, akhirnya keluarga mendiang Letnan Gray menemukan kisah akhir yang selalu menjadi persoalan di dalam hidup mereka, setelah sisa kerangka Letnan Gray ditemukan menempel dan tertanam di atas sebatang pohon di Lindau, Jerman.

Pohon itu tumbuh dengan subur di atas sisa mayat Letnan Gray.

Para peneliti telah kembali ke Lindau dalam misi penemuan dan pemulihan ketika dua orang saksi yang mengetahui akan peristiwa pesawat itu memberitahu di mana lokasi bangkai pesawat itu berada.

Kredit: Q13 Fox Video Screenshot

“Mereka telah menemukan kerangka tertanam pada sebatang pohon,” kata keponakan Letnan Gray, Jan Bradshaw kepada stasiun televisi Q13 Fox.

Kakak Jan, Doug Louvier menambahkan, “Pohon itu tumbuh di atas sisa mayatnya dan terpelihara dengan baik, tepat di lokasi yang sama.”

Kredit: Twitter / The Chronicle

Bapa kedua beradik ini, Letnan Jim Louvier dan Letnan Gray adalah dua orang sahabat yang bertugas bersama-sama selama misi di Jerman.

Mereka telah berjanji untuk menjaga keluarga masing-masing apabila terjadi apa-apa hal malang pada salah seorang di antara mereka.

Letnan Jim Louvier menepati janji ketika ia kembali dengan selamat dari perang dan menikahi adik Letnan Gray.

Jan Bradshaw mengatakan ayahnya sangat menyayangi ibunya dan sangat setia hanya dengan ibunya dengan pernikahan selama 64 tahun. Ayahnya meninggal pada tahun 2010 di usia 89 tahun.

Kredit: Twitter / The Chronicle

Pada waktu menerima berita kematian Letnan Gray dan abunya telah dibawa pulang ke pangkuan keluarganya, mereka tidak tahu dan bingung untuk mengelola abu mayat Letnan Gray.

Jan Bradshaw mengatakan, “Kini kami sudah tahu mengapa kami tidak dapat membuat keputusan saat itu.”

Kredit: Twitter / The Chronicle

Akhirnya setelah 72 tahun, kedua abu mayat dan rangka itu telah disatukan dan dimakamkan di Pemakaman Nasional Tahoma.

Letnan William Gray dimakamkan dengan upacara pemakaman terhormat menurut tradisi militer, berdekatan dengan pusara rekan karibnya Letnan Jim Louvier.
(asr)

Sumber : The Chronicle/Erabaru.com.my

Share

Video Popular