Erabaru.net. Jauh sebelum dinosaurus berkeliaran di Bumi, makhluk aneh dengan kepala memiliki ‘duri lentur’ yang bisa berenang ke laut.

Para ilmuwan telah menemukan fosil cacing laut prasejarah kecil, tak memiliki wajah dan memiliki 50 duri yang lentur dan menonjol dari kepalanya.

Ketika beberapa makhluk yang dicurigai sebagai mangsa, datang terlalu dekat, duri ini akan berfungsi seperti rahangnya, untuk menangkap mangsanya tersebut.

Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Current Biology Kamis Lalu menawarkan gambaran sekilas tentang cacing laut yang pernah tinggal di lautan di planet bumi sekitar 541 juta tahun silam.

Makhluk baru yang dijuluki dengan nama ilmiah Capinatator praetermissus sangat berbeda dari spesies cacing laut masa kini.

Sehingga para ilmuwan mengatakan bahwa fosil tersebut tidak hanya mewakili spesies baru, namun juga genus baru, sehingga cacing ini mungkin termasuk dalam golongan klasifikasi hewan yang berbeda dan lebih besar.

Memiliki panjang tubuh hanya 4 inci dan duri yang berenang-renang di kepalanya sekitar sepertiga inci, sehingga spesies ini lebih kecil dari plankton dan udang yang berukuran kecil sekalipun.

“Cacing laut ini dipercaya sebagai nenek moyang sekelompok cacing panah laut yang disebut Chaetognatha yang tinggal di lautan dunia.”

“Versi prasejarahnya mungkin berukuran lebih besar dan dengan duri yang jauh lebih kepalanya, namun diyakini tak memiliki gigi tiruannya yang istimewa,” kata ketua tim penelitian ini, yang bernama Derek Briggs dari Universitas Yale.

Bersama timnya, ia berhasil menemukan fosil cacing laut prasejarah di dua taman nasional di British Columbia, Kanada.

“Duri itu seperti kait mini, meski lebih lembut dan lentur,” kata Briggs dalam sebuah email.

“Sulit untuk mengatakan mengapa ada banyak duri yang ada dalam fosil ini, tapi mungkin duri ini membuat hewan langka ini bisa bertindak sebagai predator yang sukses.”

Capinatator, yang jika diterjemahkan artinya adalah grasping swimmer (perenang yang berukuran seperti genggaman tangan) telah hidup sejak 500 juta tahun yang lalu, pada saat makhluk mulai semakin besar dan lebih beragam.

Briggs mengaku, ia dan tim mengalami kesulitan untuk menemukan fosil lengkap milik keluarga Chaetognatha karena fosilnya mudah membusuk.

Namun, penemuan terakhir ini begitu bagus dan bermanfaat bagi ilmu hewan di masa depan.

“Penemuan ini juga bisa memperluas pengetahuan para ilmuwan tentang kelompok hewan ‘yang penuh dengan teka-teki’ dari era Kambrium,” kata seorang ahli paleobiologi dari Institusi Smithsonian bernama Doug Erwin, yang tidak ikut andil dalam penelitian ini.

(intan/asr)

Sumber : AP/NTD.TV

Share

Video Popular