Erabaru.net. Setelah lulus, Anita (samaran) seorang remaja cantik dan supel usia 24 tahun ini, kerja di perusahaan ayahnya.

Banyak karyawan single di sana memandang Anita sebagai dewi yang cantik jelita.

Paling penting adalah perusahaan tempat kerjanya itu milik ayahnya.

Jadi siapa pun pria itu, pasti sangat beruntung jika bisa menikahinya, tidak perlu khawatir akan masa depan!

Sementara itu, seorang pemuda berusia 27 tahun bernama Hansen (samaran), orangnya sederhana dan pendiam.

Ia pun kerja di perusahaan tersebut setelah lulus kuliah.

Sudah bertahun-tahun Hansen kerja di perusahaan itu.

Orangnya rajin dan pekerja keras, harapan terbesarnya adalah membeli rumah di kota dan membawa orangtuanya tinggal bersamanya.

Dua orang dengan latar belakang keluarga yang sangat jauh berbeda, bekerja di kantor  yang sama.

Anita adalah kepala pimpinan Hansen. Saat kontak pertama dengan Anita, Hansen menjadi gugup dan gagap bicara melihat gadis yang begitu cantik.

Namun dia tahu pimpinan yang lebih muda beberapa tahun darinya itu adalah putri bos besarnya.

Seorang gadis yang jelita dan sangat jauh berbeda dengan dirinya.

Kadang-kadang nasib selalu mempermainkan, setelah terjalin kontak sekitar satu tahun kemudian dengan Hansen, lambat laun Anita pun tertarik dengan sosok pria bernama Hansen.

Tapi sikap dan pola pikirnya jauh lebih dewasa dibanding dengan rekan kerja seusianya.

Anita adalah seorang gadis yang berani mengejar kebahagiaan yang diinginkannya, jadi dia pun menyatakan perasaannya kepada Hansen.

Sontak saja Hansen terkejut, diam tidak tahu bagaimana meresponnya.

Namun ia sadar dirinya tidak layak bersanding dengan Anita.

Tapi Anita tetap bersikeras, dibawah buaian asmara yang bergelora, Hansen pun tak berdaya dan jatuh dalam jaring asmara.

Singkat cerita, keduanya pun marajut benih-benih cinta mereka.

ILUSTRASI. (image.freepik.com)

Namun, setelah hubungan cinta terkuak, banyak rekan-rekan kantor membicarakan hubungan cinta mereka dan pesimis akan berakhir manis.

Mereka mengatakan Anita hanya hanya main-main, dan menganggap Hansen bagai Pungguk Merindukan Bulan!

Hal yang paling penting adalah orang tuanya Anita, mereka pun langsung memecat Hansen setelah mengetahui hubungan putrinya dengannya.

Tidak peduli bagaimana pun orang tua Anita menentang hubungannya, Anita bersikeras mempertahankan sikapnya.

Setelah berulang kali berbicara dan konsultasi dengan orang tuanya dan tetap tidak disetujui, akhirnya Anita kabur dari rumah.

Ia menemui Hansen dan mengatakan tetap ingin bersama Hansen.

Tidak peduli siapa pun yang menentang hubungannya, ia sudah bertekad tidak akan menikah kecuali dengan Hansen.

Hansen sangat terharu mendengar tekad Anita yang tetap ingin bersamanya meski dirinya miskin.

Melihat Anita yang begitu teguh atas pendiriannya, Hansen pun diam-daim berjanji dalam hatinya, akan membuktikan pada semua orang kalau pilihan Anita itu tidak salah.

Hansen sanggup bekerja keras, pagi hari ia kerja, malamnya ia kursus teknik.

Setiap saat merasa lelah, ia selalu membayangkan ucapan Anita.

Tiga tahun kemudian, Hansen telah menorehkan hasil yang lumayan, ia membeli rumah sendiri, dan melamar Anita.

Akhirnya mereka pun membangun sebuah rumah tangga kecil yang bahagia.

ILUSTRASI. (dailysignal.com)

Lima tahun kemudian, berkat tekad dan kerja kerasnya, Hansen membuka sebuah perusahaan milikny.

Berkat pengelolaan yang baik-terarah, satu tahun kemudian perusahaan yang dikelolanya telah meraup keuntungan yang lumayan.

Sebaliknya di saat sedang berkembangnya usaha Hansen, orang tua Anita yang dulu pernah menentang hubungannya justeru terpuruk karena goncangan ekonomi baru, hingga akhirnya bangkrut karena buruknya manajemen.

Karena bangkrut dan serangan jantung, akhirnya ayah Anita dirawat di rumah sakit, dan perlu melakukan operasi bypass jantung.

Ketika itu, kakak laki-laki Anita dan iparnya lepas tangan tidak peduli dengan keadaan orangtuanya, mereka enggan mengeluarkan uang untuk membiayai sakit ayahnya.

Hansen yang mengetahui hal itu, tanpa banyak bicara lagi langsung melunasi sekaligus biaya rumah sakit ayah mertuanya yang mencapai sekitar 500 juta rupiah.

Belakangan, ibu mertua Hansen yang dulu juga ikut menentang hubungannya dengan Anita putrinya ketika itu, tak tahan meneteskan air mata menyesal melihat suami-isteri ini yang sekarang telah menuai kesuksesannya.

Ia menggenggam tangan Hansen sambil terus meminta maaf, tidak seharusnya mereka memandang hina Hansen yang miskin ketika itu.

Hansen telah mewujudkan janjinya sendiri yang diucapkannya ketika itu, meskipun berasal dari desa, tetapi istrinya bersedia meninggalkan segalanya demi dirinya.

Ia juga telah mewujudkan janjinya akan membahagiakan Anita isterinya.

Hansen telah membuktikan janjinya, dan tidak mengecewakan isterinya sampai sesukses sekarang. (jhony/rp)

Sumber: Ireadone.

Share

Video Popular