Anak-anak ini Bisa Menceritakan ‘Kehidupan Sebelumnya’ dengan Sangat Jelas, Lalu Nyata atau Fiktif? (2)

82
(Weird World)& (Beyond Science)

Erabaru.net. Artikel berikut ini lanjutan dari artikel sebelumnya berjudul, “Anak-anak ini Bisa Menceritakan ‘Kehidupan Sebelumnya’ dengan Sangat Jelas, Lalu Nyata atau Fiktif? (1)

Selamat membaca.

2. Sam Taylor Yang Pernah “Mengganti Popok Ayah”

Di dalam laporan Tucker, Sam bahkan adalah seorang anak kecil yang sudah mulai mengingat kisah kehidupan sebelumnya saat masih berusia 1 tahun.

“Saat ia berusia satu setengah tahun, suatu kali ayahnya sedang mengganti popoknya, ia menengadah dan berkata saat aku masih berusia sepertimu saat ini, aku mengganti popokmu, lalu ia pun mulai bercerita soal kakek yang merupakan dirinya sendiri,”  tulis Tucker.

(Beyond Science)

Sam lahir sekitar satu setengah tahun setelah kakek meninggal.

Ia bisa menjelaskan detil dalam kehidupan kakek yang tidak diketahui orang lain, seperti tante nenek (kakak dan adik perempuan kakek) yang tewas dibunuh.

Juga sebelum kakek meninggal, setiap hari nenek selalu membuatkan milkshake dengan food processor.

3. “Aku Adalah Anne Frank” – Barbro Karlen

Barbro Karlén yang lahir pada 1954 adalah seorang penulis asal Swiss.

Dia ingat pada kehidupan sebelumnya dia adalah Anne Frank, Anda tidak salah dengar, ya, Anne Frank, dia adalah anak perempuan Yahudi yang meninggalkan buku harian sebelum dirinya dibunuh oleh NAZI.

Anne lahir di Frankfurt, Jerman dan tumbuh besar di Amsterdam.

(Weird World)

Pada usia 15 tahun Anne dibunuh di Kamp Konsentrasi Bergen-Belsen.

Saat masih sangat kecil Karlén sudah mulai mengalami mimpi buruk.

Pada usia 2 tahun, dia mulai bercerita pada orang tuanya, bahwa dirinya bukan Barbro, melainkan Anne Frank.

Awalnya orang tua Karlén tidak bisa mempercayainya dan sangat khawatir.

Ibunya bahkan membawanya yang masih sangat belia ke dokter psikologi untuk diperiksa.

Namun setelah Karlén menceritakan kehidupan Anne dengan sangat hidup dan informatif, mau tidak mau, mereka pun percaya.

Dalam otobiografi Karlén yang berjudul “And the Wolves Howled,” ia menceritakan saat dirinya berusia 10 tahun, dia sekeluarga pergi ke Amsterdam.

Ia membawa orang tuanya ke rumah Anne Frank (Anne Frank’s House).

Begitu masuk ke dalam rumah itu, masa lalu yang bangkit kembali membuatnya sulit menahan luapan emosi.

Dia ingat betul dimana ia menyimpan foto-fotonya, dan menceritakan struktur dan kondisi tata letak rumah sebelum direnovasi. (sud/whs/rp)

BERSAMBUNG