Erabaru.net. Bayi yang belum lahir didiagnosis menderita cacat lahir yang cukup parah, sehingga dokter menyarankan operasi saat bayi masih dalam kandungan. Menjelang akhir operasi, sebuah tangan mungil nampak muncul keluar dan mencengkeram jari dokter. Kejadian ini pun memukau semua orang.

Pada tahun 1999 lalu, janin Samuel Armas yang masih berusia 21 minggu di dalam rahim ibunya. Ia didiagnosis menderita spina bifida, cacat lahir yang parah.

Para dokter menyarankan agar Samuel dioperasi saat masih dalam kandungan.

Walaupun itu adalah operasi yang berisiko tinggi, namun ibunya, Julie, bertekad melakukan apa pun demi menyelamatkan anaknya.

(Foto : Michael Clancy)

Dr. Joseph Bruner pun akhirnya mengoperasi Samuel pada 19 Agustus.

Saat operasi hendak berakhir, tangan bayi tiba-tiba keluar dari rahim ibunya dan memegangi jari dokter.

Michael Clancy, seorang fotografer yang kebetulan berada di ruang operasi, dengan cepat menangkap momen menakjubkan yang kemudian dikenal sebagai
“Hand of Hope” atau “tangan harapan”.

Empat bulan kemudian, atau tepatnya pada tanggal 2 Desember, Samuel bisa lahir dengan normal dan tumbuh sebagai remaja normal berkat tindakan operasi dalam kandungan sebelumnya.

Namun, karena cacat lahirnya, Samuel perlu memakai kawat gigi bagian bawah sepanjang sisa hidupnya.

Dia juga menggunakan kursi roda saat bepergian jauh.

Sejak beredarnya foto “Tangan Harapan” tersebut, membuat Samuel menjadi bayi terkenal.

Pada tahun 2009, sepuluh tahun setelah kelahirannya, dia mengutarakan pikirannya kepada Fox News tentang foto tersebut.

“Ketika saya melihat foto itu, hal pertama yang saya pikirkan adalah betapa istimewanya dan beruntungnya saya memiliki Tuhan karena Ia telah menciptakan saya seperti itu. Saya merasa sangat bersyukur bahwa saya ada di foto itu, “katanya.

“Ini hanya sebuah keajaiban, momen ajaib. Ini juga menunjukkan interaksi manusia pada masa awal kehidupannya di bumi yang pernah tercatat dalam sejarah, “kata Michael.

Samuel mengatakan bahwa foto tersebut dapat membantu banyak bayi untuk tetap hidup, karena pemandangan yang menyentuh menunjukkan bahwa menggugurkan bayi, karena alasan apa pun, adalah tindakan yang tidak benar.

“Banyak bayi pasti akan kehilangan nyawa jika itu (tindakan operasi dalam rahim) tidak dilakukan,” kata Armas.

“Foto ini menunjukkan bahwa Tuhan menggunakan dirinya untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa bayi di dalam rahim ibu ini masih hidup, walau sempat kehilangan harapan akibat cacat sejak lahir. Dia senang fotonya menyampaikan pesan itu,” kata Julie.(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular