Erabaru.net. Pada suatu ketika Jeffreybersembunyi dalam kamar mandi di kediamannya di Arkansas, Amerika Serikat, melihat badai Tornado yang semakin mendekati kediamannya. Ketika itu dengan cepat, ia sadar dirinya tak sempat lagi menyelamatkan diri.

Namun, dia tidak menyia-nyiakan waktu dan menangis sambil berteriak, tapi diam-diam mengambil ponselnya, lalu mengetik kata demi kata dan dikirimkan sebagai pesan terakhir untuk ibunya yang berjarak 20 mil di luar sana.

1. ‘Ma, aku takut, aku tahu betapa buruknya kondisi ini, ia (Badai tornado) sedang melesat ke arahku.”

2. Hati ibunya hancur dan pilu seketika saat membaca teks pesan terakhir dari anaknya, Jefferey.

3. “Selamat tinggal Ma,” Ia telah datang mencariku.” Ini adalah SMS dua hari terakhir dari putranya.

4. Besar kemungkinan badai Tornado yang super dahsyat itu meluluhlantakkan rumahnya, sang ibu tahu betapa buruknya kondisi itu, tapi yang bisa dilakukannya hanya menghibur anaknya.

5. Sementara itu, ayahnya dan ibu tirinya juga bersembunyi di dalam rumah, mereka mengalami luka serius, tapi setidaknya masih hidup.

6. Sapuan badai hanya menciptakan kehancuran, Jefferey sendiri sudah kehilangan kesadarannya saat ditemukan.

7. Memang sedih dan menyakitkan saat kehilangan anak yang dicintai, ia telah mengatasi rasa takutnya, dan mengucapkan selamat tinggal kepadaku, kata ibu Jefferey dengan air mata berlinang.

Hanya ini yang paling berharga yang bisa dilakukan seorang anak untuk ibunya.

Menurut statistik, setiap tahun di Amerika Serikat selalu terjadi Tornado yang menciptakan duka lara, sementara pada 2016, setidaknya 37 orang kehilangan nyawanya akibat sapuan tornado.

Di balik setiap nyawa manusia mungkin berisi sepotong kisah yang menyentuh kalbu !
Hanya kepadaNya-lah kita kembali….

(joni/asr)

Sumber : Woo22.com

Share

Video Popular