Erabaru.net. Beberapa waktu lalu seorang polantas Filipina terekam sedang menjajakan makanan yang mana disebut di Filipina ‘Kakanin’ lengkap dengan seragam polisinya ketika sedang bertugas.

Lantas si perekam, mengunggahnya ke Facebook, dan seketika menjadi viral di medsos Filipina.

Kurang dari 1 minggu postingan itu hampir di klik 200.000 netter, tapi hal itu pun memicu perdebatan sengit.

Kemudian, polisi yang merangkap pedagang asongan ini pun dipanggil perwiranya. Semula polisi ini mengira akan ditegur, tapi tak disangka malah mendapat pujian dari sang perwira.

Sekitar jam 10 malam waktu setempat, netter bernama Rose Anne Olarte Mellizo ini memposting di halaman facebooknya serangkaian foto seorang polantas Filipina bernama Fernando Gonzales.

Polisi ini tampak sibuk hilir mudik menjajakan makanan ringannya ke mobil-mobil yang berlalu lalang, dan meninggalkan pesan : “Semula saya pikir polisi itu hendak menangkap seseorang, tapi tak tahunya jualan makanan ringan, ia adalah polisi yang rajin dan baik.”

Mellizo mengatakan, polisi itu menjual kue ketan buatan istrinya, untuk menambah biaya bahwa sekolah anak-anak mereka.

“Ia lebih baik menjual sesuatu daripada memeras para sopir yang melanggar lalu lintas, dan tindakannya itu patut diacungi jempol, salut!”

Sorenya, kepala otoritas pembangunan Metro Manila dari direktorat lalu lintas Metro Manila Francis Tolentino memanggil Fernando Gonzales di kantornya.

Awalnya Gonzales pikir akan ditegur dan diberi sanksi. Bahkan mungkin kehilangan pekerjaan, dengan perasaan cemas Fernando Gonzales menemui kepalanya di Kantor.

Tak disangka ia justru mendapat pujian dari pimpinannya yang memujinya memberi contoh yang baik bagi polisi korup lainnya. Mendengar pujian yang tak terduga itu, Gonzales pun tak tahan meneteskan air mata haru.

Fernando Gonzales (51), lulus dari College of Criminal, tidak punya catatan buruk apa pun selama 20 tahun mengabdikan dirinya sebagai polisi lalu lintas.

Demi menghidupi keluarganya, Gonzales bahkan tidak punya uang untuk memiliki ponsel meski ponsel seadanya.

Polisi Filipina (news.abs-cbn.com)

Gonzalez mengatakan, bahwa ia selalu memanfaatkan akhir pekan atau waktu bebas tugas menjajakan makanan ringan buatan istrinya.

Hal demikian dikarenakan pendapatannya yang sebesar 15.000 peso atau sekitar Rp. 3,9 juta per bulan itu, sulit untuk memenuhi biaya hidup sekeluarga dan biaya sekolah atau kuliah ke tiga anaknya.

Gonzalez mengatakan  ia lebih baik menjajakan makanan dan ditertawakan sebagian rekan kerjanya juga daripada memeras sopir-sopir yang melanggar lalu lintas.

Banyak warganet yang menyatakan tersentuh dan memberi semangat terhadap semangat kerja polisi lalu lintas ini.  Mereka juga mengatakan akan membeli dagangannya jika kebetulan bertemu di jalan.

Meski demikian banyak juga yang berpikir bahwa tindakan polisi itu sepertinya tidak etis berjualan sambil menjalankan tugas.

Namun, karena buruknya citra polisi Filipina, sehingga sebagian besar netter tetap akan mendukung Gonzales yang mandiri dan tidak melakukan usaha tak bermodal seperti korup dan memeras.

Sementara itu, kepala otoritas pembangunan Metro Manila dari direktorat lalu lintas Metro Manila Francis Tolentino mempertimbangkan akan menaikkan pangkat Gonzalez, dan memberikan bantuan keuangan lainnya sebagai insentif dan dorongan semangat.

(jhony/asr)

 

Sumber : woo22.com

Share

Video Popular