Erabaru.net. Anda mungkin mengerutkan kening pada orang-orang di negara Skandinavia yang meninggalkan bayinya saat cuaca dingin.

Namun, jangan panas hati dan mengecam aksi tersebut, karena memang sudah tradisi masyarakat Skandinavia.

Sebagian besar orangtua di sana juga tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan hal itu.

Internet

Berjalan-jalan di jalanan di kota-kota seperti Kopenhagen, Stockholm, dan Reykjavík, Anda akan menemukan pemandangan dimana para orangtua menghirup kopi panas di dalam ruangan.

Sementara bayi-bayi mereka diletakkan di kereta dorong di luar kedai kopi yang hangat, dibungkus dengan selimut hangat, dan tidur siang di sana!

Internet

Di tempat penitipan anak di Stockholm, banyak anak yang sengaja ditidurkan di luar.

Internet

Ini biasanya berakhir saat mereka mencapai usia tiga tahun.

Internet

Meninggalkan bayi mereka di luar dalam kondisi dingin memang sudah menjadi tradisi bangsa Skandinavia yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Internet

Ini telah menjadi bagian dari rutinitas harian bayi yang baru lahir hingga berumur tiga tahun.

Internet

Mereka percaya tradisi ini bisa membuat bayi mereka lebih sehat.

Internet

“Saya pikir ada baiknya mereka berada di udara segar sedini mungkin,” kata Lisa Mardon, ibu tiga anak dari Stockholm, kepada BBC.

Menurutnya di musim dingin, ada banyak orang yang terjangkit suatu penyakit.

Namun anak-anak yang biasa ditidurkan di luar tampak lebih sehat.

Dan banyak ahli pendukung kuat dari tradisi kuno ini.

Selama awal abad ke-20, virus tuberkulosis menyebar di negara Islandia.

Pada 1926, Dr. David Thorsteinsson berpendapat gagasan untuk membiarkan anak-anak mereka tidur di luar rumah dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.

Roland Sennerstam, dokter spesialis anak dari Swedia, mengklaim bahwa membiarkan bayi tidur beberapa jam di luar rumah dapat mengurangi tingkat infeksi virus mematikan pada bayi.

“Adalah kesalahpahaman bahwa suhu dingin dapat membuat kita sakit,” kata Dr. Roland.

Internet

Menurutnya orang  sakit karena kta terkontaminasi virus dan bakteri saat  menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam ruangan, atau berdiri terlalu dekat satu sama lain di kereta bawah tanah, dan kejadian lain yang memerlukan kontak dengan orang yang terjangkit virus atau bakteri.

Para orangtua di negara Nordik merasa bahwa kebiasaan semacam itu juga memungkinkan anak mereka bisa tidur lebih nyenyak.

Menurut majalah Outdoor Families, ibu dua anak dari Swedia, Josephine Strand, mengatakan, “Menurut pengalaman saya, mereka tidur lebih nyenyak di luar karena mereka mendapatkan udara segar, dan mereka juga terbiasa tidur dalam kondisi ramai atau bising.”

Internet

Namun, Martin Jarnstrom, kepala kelompok PAUD Ur Gorch Skur, menekankan bahwa anak yang ditempatkan di luar rumah, harus dijaga agar tetap hangat.

Namun demikian, tak semua warga Nordik menerima tradisi tersebut.

Dokter anak bernama Margareta Blennow mengatakan, tidak ada bukti pasti yang bisa mendukung manfaat membiarkan bayi ditidurkan di luar ruangan yang bersuhu rendah.

Menurut Blennow kepada BBC, dalam beberapa penelitian, mereka menemukan anak-anak pra-sekolah yang menghabiskan banyak waktu di luar.

Umumnya membutuhkan hari libur lebih sedikit daripada mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam rumah.

“Dalam studi lain tidak ada bedanya,” kata Blennow kepada BBC.

(intan/rp)

 

Share

Video Popular