Erabaru.net. Jamuna Bodo, mungkin Anda belum pernah mendengar nama tersebut. Tetapi kisah pengabdian gadis berusia 19 tahun ini tentu dapat menginspirasi Anda untuk berjuang mengatasi hambatan hidup!

Lahir di desa Belsiri di Assam, India, Jamuna telah menjadi anak yatim karena ayahnya meninggal dunia pada saat ia usia 10 tahun.

Ibunya Kruple Bodo, menjadi seorang janda, sehingga ia harus berjuang sendirian untuk membesarkan ketiga anaknya.

Dia berprofesi sebagai penjual sayuran di luar stasiun Kereta Api Belsiri untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

 

Kredit: Facebook | My Bodoland Daily .

Jamuna, anak bungsu dari tiga bersaudara itu, tertarik pada olahraga Wushu, sebuah bentuk bela diri, setelah dia melihat anak laki-laki dari desanya mempraktikkan Wushu.

Dalam hitungan beberapa hari, ia berhasil menguasai seni bela diri itu dan memenangkan medali emas perlombaan Wushu di tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten.

Dikarenakan pemerintah desanya enggan member fasilitas pelatihan karena takut bakatnya akan sia-sia, pelatih Wushu pertamanya memberinya kesempatan untuk berlatih dengan Otoritas Olahraga India pada tahun 2009. Baru setelah itu dia mengambil pelatihan tinju.

 

Kredit: Facebook | My Bodoland Daily .

Setahun kemudian, ia meraih medali emas dalam kategori 52 kg di kejuaraan tinju nasional sub-junior pertama. Di kejuaraan tinju sub junior pertama ia tampil sebagai pemenang lagi.

Dia berhasil lagi menorehkan namanya dalam pertandingan dunia tinju, dengan memenangkan medali emas di Piala Kejuaraan Internasional Tinju Kategori Wanita Sub-Junior yang diselenggarakan di Serbia.

Dia juga mewakili negaranya, India dalam Kejuaraan Tinju Muda tingkat dunia di Taipei, di mana dia berhasil membawa pulang medali perunggu.

Kredit: Facebook | Weecky Thapa .

Jamuna sekarang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Dia ingin membuat negara dan keluarganya bangga, sehingga ia ingin mendapatkan medali emas.

Walaupun sekarang hidup Jamuna telah berubah karena menjadi atlit petinju internasional, rumahnya masih kontrak sementara di dekat stasiun Belsiri.

Ibu Jamuna juga terus menjual sayuran sebagai sumber pendapatannya, dan tak mau menggantungkan hidupnya dari penghasilan yang didapat sang anak dari hadiah pertandingannya.

Jamuna mengaku bahwa dirinya hanya mengandalkan kekuatan untuk mewujudkan cita-citanya. Dia sangat mengidolakan ibunya, dimana ia terinspirasi untuk berjuang keras dalam meraih kesuksesan hidupnya.

Remaja ini juga terinspirasi oleh Mary Kom, yang juga merupakan atlit tinju asal India, dan ia ingin menjadi seperti dia pada suatu hari nanti.

(intan/asr)

Sumber : NTD.TV

Share

Video Popular