Erabaru.net.  Ini kisah meluluhkan hati dari Taiwan. Seusai pesta jamuan pernikahan, ibu ini memberikan satu buku tabungan di Bank, tidak banyak hanya sekitar 200 ribu rupiah.

Sang ibu sekali lagi mewanti-wanti putrinya: “Simpan baik-baik buku tabungan ini.”

“Simpan tabunganmu ke rekening ini jika kamu dan suamimu menemui hal-hal yang menyenangkan, kemudian catat disampingnya hal-hal yang menyenangkan itu,” tambah ibu itu.

Apabila hal-hal itu semakin menyenangkan dan pantas dikenang, maka simpanlah lebih banyak tabunganmu.

Eskpresi ibu tampak agak serius, lalu berkata: “Hari ini ibu telah menabung 200 ribu rupiah di rekening itu, selanjutnya nanti kalian suami-isteri yang menabungnya, kelak di kemudian hari, kamu akan melihat banyak masa-masa menyenangkan yang sudah terekam.”

Saat suami pulang, aku pun segera menceritakan perihal buku tabungan, kami melihat buku tabungan itu, dan kami menantikan masa-masa bahagia itu .

7 Februari, nabung 200 ribu, merayakan ulang tahun pertama setelah menikah.

1 Maret, nabung 600 ribu, istri dipromosikan kenaikan jabatan, sehingga otomatis gaji juga ikut naik.

20 Maret, nabung 400 ribu, bulan madu romantis bersama isteri selama 4 hari 3 malam di pulau Bali.

15 April, nabung 4 juta, isteri hamil!

1 Juni, nabung 2 juta, suami dipromosikan sebagai manajer.

Bertahun-tahun kemudian, pasangan suami isteri ini mulai berbeda pendapat, imbasnya jadi sering bertengkar. Dan perlahan-lahan, perasaan mereka pun terasing/tidak sehangat dulu karena pertengkaran.

Bahkan semakin jarang komunikasi. Tapi parahnya, telah terbersit keinginan masing-masing untuk berpisah, keinginan ini selalu berkutat di pikiran mereka.

Pertengkaran ini membuat mereka masing-masing merasa menikah dengan orang yang salah! Masing-masing mengira tidak lagi saling mencintai!

Suatu hari, pasutri ini lagi-lagi bertengkar hebat, sampai-sampai si isteri pulang ke rumah ibunya. Dia mengadu ke ibunya: “Kami selalu bertengkar, aku mau cerai saja….aku tak tau kenapa mau menikah dengannya ketika itu?”

Share

Video Popular