Tapi tak disangka, ibunya malah berkata seperti ini: “Cerai itu masalah kecil! lakukan saja sesuai dengan keinginanmu, ibu tak punya ide!.”

“Tapi jangan lupa habiskan uang tabunganmu itu sebelum cerai, untuk uang (tabungan) yang menyakiti perasaan, tidak perlu disimpan,” lanjut sang ibu mendengar curhatan anaknya.

Akhirnya dia pun mengiyakan setelah mendengar omongan ibunya.

Keesokan harinya, dia menarik uanganya di bank dan berencana belanja sepuasnya di mal! Dan menghabiskan uang tabungan yang menyakiti perasaan.

Namun, ketika antri di bank, tiba-tiba ia melihat buku tabungan itu, dan tak tahan dia pun membukanya lembar demi lembar dan bolak balik melihat buku tabungannya.

Hingga tak terasa air mata mengalir deras dari pipinya, dia pun menangis!

Dia teringat dengan masa-masa manis dan indah bersama suaminya kala itu, air matanya terus berlinang sampai membasahi kerah bajunya. Dan tiba-tiba saja dia membalikkan badannya, pulang ke rumah!

Sesampainya di rumah, dia memberikan buku tabungan itu kepada suaminya: “Kamu tariklah uang itu, dan habiskan sebelum cerai.”

Keesokan paginya, suaminya pun menarik uangnya di bank, tapi saat antri, dimana karena terlalu lama menunggu antrian, suaminya melakukan sesuatu.

Share

Video Popular