Tanpa sengaja dia pun membuka buku tabungannya, dan tiba-tiba terbayang masa-masa manis dan indah bersama istrinya kala itu, dan tanpa sadar dia pun menangis!

Sampai-sampai petugas bank bertanya ada apa dengannya! “Tidak apa-apa, tidak apa-apa, saya baik-baik saja,” katanya dengan napas tertahan.

Kemudian dia menarik napas dalam-dalam, dan segera keluar memanggil taksi, pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, ia langsung menyerahkan buku tabungan itu pada istrinya, dan istrinya tahu kalau suaminya telah melihat rahasia dalam tabungan tersebut. Ia pun membuka buku tabungan itu, dan melihat masih ada 10 juta!

Suami pun menulis beberapa patah kata dengan penuh perasaan: “sampai hari ini, baru aku sadari betapa pentingnya kamu di hatiku!.”

“Dan baru kusadari betapa aku mencintaimu! Selama beberapa tahun ini, kamu telah membawa kebahagiaan dan keceriaan untukku!,” lanjutnya.

Kedua suami isteri ini pun saling tersenyum bahagia, dan menangis haru sambil berpelukan.

Akhirnya, mereka mengumpulkan semua uang itu dalam bentuk safe deposit box.

Mereka saling berjanji, tidak akan bertengkar lagi, dan pasti akan melihat buku tabungan itu dulu, membayangkan bagaimana bisa saling mencintai, dan memutuskan saling bergandegan mengisi hari-hari dengan keceriaan sepanjang hayat.

Hubungan antar sesama, di mana selama kita selalu ingat dengan kelebihannya, ingat dengan masa-masa indah yang pernah dilalui bersama-sama, pasti akan bisa hidup dengan sukacita.

Nah, sobat erabaru, jika kamu suka dengan cerita ini, jangan lupa dishare ya buat-teman-temen terdekat kamu, siapa tau kisah ini bisa membawa perubahan pada hidup seseorang.

Ingat ya, meski kamu mampu membeli rumah semewah apa pun, tapi kamu sendiri juga paling hanya bisa tidur satu ranjang: Tas kulit semahal apa pun juga tak lebih dari sehelai kulit, sama seperti plastik, hanya berupa benda untuk mengisi sesuatu.

Dan secantik apapun isteri orang lain nanti juga akan menua dan pikun!

Sekaya apa pun suami orang lain, tapi perasaan  di antara mereka juga belum tentu juga benar-benar tulus, mungkin bercampur dengan banyak kepentingan yang saling menguntungkan sesaat di dunia.

Jika mata kamu hanya memandang keindahan, kemewahan yang dimiliki orang lain, maka kamu akan menyia-nyiakan kebahagiaan batin yang sesungguhnya di sekitar anda.

(joni/asr)

Sumber : wechatpress.com

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular