Erabaru.net. Ingin tahu bagaimana bentuk sarang laba-laba yang yang dibagun oleh laba-laba yang diberi narkoba? Para ilmuwan NASA telah melakukan penelitian dengan memberikan beberapa jenis obat yang berbeda untuk melihat efek obat tersebut pada laba-laba.

Pemberian obat sangatlah mempengaruhi fungsi penggerak dan sistem tubuh laba-laba. Apa yang lebih menarik saat laba-laba membangun sarang dengan bentuk yang berbeda dari seharunsya ketika diberikan jenis obat yang berbeda.

Jumping Spider

Penelitian yang dilakukan oleh pihak NASA ini bukanlah hal baru yang dibuat oleh para ilmuwan.

Pada tahun 1948, seorang ahli zoologi dari Jerman bernama HM Peters telah melakukan penelitian perilaku laba-laba dengan melihat pembuatan sarangnya.

Awalnya, Peters mulai menjadi bosan menunggu laba-laba membangun sarang karena hanya aktif dimulai pada pukul 2 sampai 5 pagi setiap hari.

Rekan Peters bernama PN Witts yang merupakan seorang apoteker telah mengusulkan ide memberi beberapa jenis obat yang ditusuk ke dalam tubuh lalat untuk dimakan oleh laba-laba.

Awalnya Witts mencoba obat amfetamin dan memang ada perbedaan bentuk pada sarang laba-laba dari yang normal.

Setelah itu mereka mencoba dengan memberi sedikit saja dosis marijuana, LSD, kafein dan mescaline untuk melihat bagaimana reaksi laba-laba itu dengan obat yang berbeda.

Mereka merekam setiap satu bentuk sarang laba-laba dengan konsumsi obat yang berbeda.

Dari situ dapat dilihat perilaku dan efisiensi penggerak pemikiran laba-laba adalah bervariasi sesuai obat yang diberi.

Studi yang dilakukan oleh Witts dan Peters diulangi oleh NASA dengan menambahkan baik berdasarkan teknologi terbaru.

Dengan melihat pembentukan sarang yang berbeda berdasarkan jenis obat yang diberi, NASA dapat mengukur dan membedakan efek beracun dari bahan kimia yang diberi kepada hewan dan hasil test dari laba-laba lebih menghemat biaya dan waktu seperti yang biasa dilakukan pada tikus laboratorium.

Lihat bentuk sarang laba-laba ini yang normal tanpa obat dan diberikan obat yang berbeda:

1. Normal tanpa obat

2. Sarang laba-laba yang diberi marijuana

Sarang ini dibuat dengan setengah jadi. Awalnya laba-laba membuat sarangnya seperti biasa tapi lama-kelamaan ia kehilangan fokus dan meninggalkan sarangnya.

3. Sarang laba-laba yang diberi benzedrine

Awalnya laba-laba ini sangat bertenaga membangun sarangnya, tetapi tanpa mempedulikan ketelitian dalam membentuk sarang yang normal.

Akhirnya dengan hanya perasaan senang, sarang dibuat dengan lobang dan jarak yang semakin besar.

4. Sarang laba-laba yang diberi kafein

Sarang yang dibuat lebih kecil, dengan jarak yang lebar dan sel yang tidak teratur. Ia kekurangan ketelitian seperti laba-laba normal membuat sarangnya.

5. Sarang laba-laba yang diberi chloralhydrate

(Foto : NASA)

Sarang ini ditinggalkan dengan cepat oleh laba-laba yang menyerah karena lemah. Laba-laba hanya sempat membuat jaringan yang panjang tanpa menghubungkan jejaring antara satu sama lain.

6. Sarang laba-laba yang diberi LSD

(Foto : NASA)

Dengan sedikit saja dosis LSD, laba-laba ini masih mampu mempertahankan bentuk sarang dengan lebih geometrik seperti laba-laba normal meskipun jaraknya tidak persis buatan laba-laba normal.

Dari penelitian di atas, jelas menunjukkan narkoba berdampak negatif kepada laba-laba dari segi berpikir , konsentrasi dan energi tubuh.

Bayangkan jika manusia yang meng\onsumsi narkoba, pasti membawa mudarat kepadanya! Maka, kita disarankan untuk jauhkan diri dari narkoba.(yant)

Sumber: erabaru.my

Share

Video Popular