Perlu Anda Ketahui!! Fakta yang Disembunyikan Dunia Medis : Kanker Sebenarnya Bukan Penyakit

761
kanker bukan penyakit

Erabaru.net. Kanker adalah suatu penyakit dari sel manusia. Seseorang, begitu mengetahui dirinya mengidap penyakit ini, akan mengalami tekanan yang berat secara mental yang menyebabkan penyakit semakin parah.

Artikel ini mungkin dapat membantu mengurangi tekanan penderita.

Baru-baru ini, sebuah buku yang berjudul “Kanker Bukan Penyakit”, buku ini ditulis oleh dokter luar negeri. Buku ini telah mementahkan banyak pandangan semula masyarakat umum tentang penyakit kanker.

Konsep-konsep itu adalah fakta yang sudah diketahui sejak awal oleh komunitas medis, namun, tidak dipublikasikan secara umum.

Kanker bukan sumber penyakit yang sesungguhnya, sebab setiap orang dewasa, setiap hari pasti akan ada 30 miliar sel yang mati, namun, diantara sel itu ada 1% ~ 10% adalah sel kanker. Dengan kata lain, kita semua memiliki sel kanker

Sel kanker itu dihasilkan oleh kita sendiri secara otomatis (mutasi), setiap orang dewasa, setiap hari akan menghasilkan jutaan sel kanker.

Karena itu, Anda tidak perlu panik dengan adanya sel kanker, karena panik adalah hal yang sangat tidak bijaksana.

Kepanikan akan meningkatkan tekanan psikologis kita, mempengaruhi metabolisme dan vitalitas, mengacaukan endokrin, menurunkan daya tahan tubuh, sehingga malah menyebabkan semakin banyak sel normal mengalami mutasi, akibatnya semakin banyak sel mutan tidak dapat dibasmi.

Pertumbuhan dan kematian sel-sel kanker, sama seperti dengan pertumbuhan dan kematian sel Anda pada umumnya, yaitu kondisi kerja alami tubuh.

Prinsipnya sama seperti awan yang berarak di angkasa datang dan pergi, begitu alami, jadi, apa yang Anda takutkan ?

Itu ibarat Anda keluar masuk ke toilet setiap hari (BAB/K), sangat membantu bagi kesehatan, tapi Anda tidak akan secara sengaja peduli dengan pembuangan kotoran (BAB/K) itu,bukan ?

Tumor, mengapa bisa tumbuh semakin besar ? Dalam berbagai penyebab penyakit kanker, dan di bawah faktor mutasi, sel-sel kanker akan terjadi setiap saat, tapi, sel kanker juga akan tumbuh dan mati setiap saat ketika metabolisme tubuh, endokrin, sistem kekebalan tubuh kita bekerja secara normal.

Pun, sebaliknya, akan menumpuk jika sistem kekebalan tubuh, metabolisme tubuh dan endokrin tidak bekerja secara normal, sehingga dalam jangka panjang ia akan semakin membesar.

Jadi, tumor itu adalah hasil akumulasi jangka panjang (3-5 tahun) dalam keadaan tidak wajar di sekujur tubuh, dan hal ini juga bisa kita bayangkan——akumulasi mental, psikologi, waktu istirahat, kebiasaan dan lingkungan hidup penderita yang buruk dalam jangka panjang, sehingga konsentrasinya dimanifestasikan pada gejala penyakit “tumor” ini.

Sel-sel kanker akan mati demikian juga dengan sel normal. Sel kanker akan dibasmi oleh sel pembunuh T. atau pada akhirnya akan mengurai dan mati.

Apa jadinya jika kanker tidak diobati ? Menurut anatomi tubuh, sebanyak 33% pria memiliki kanker prostat, tetapi hanya 1% yang meninggal karena itu.

Dan pada kanker tiroid, kanker pankreas yang ditemukan juga sebanyak 30 hingga 40 kali lipat dari kasus yang diperiksa di rumah sakit.

Benarkah kanker tidak perlu diobati ? Buku itu memberitahu Anda : “Sama sekali tidak perlu mengobati kanker, rasio keberhasilannya lebih tinggi daripada menjalani pengobatan lanker”.

Praktek medis modern Barat, termasuk pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi dan sebagainya, dimana dampak yang diakibatkannya sangat besar, bahkan merupakan penyebab utama kematian bagi pasien!

Tentu saja, kanker harus diobati, namun, bukan pengobatan secara pembedahan.

Tapi, harus dilakukan adalah mengubah suasana hati, mengurangi stres. Konsumsi makanan higienis!

Pengobatan barat modern terlalu keras, banyak yang tidak bisa pulih dari operasi.

Orang normal juga tidak akan suka ada yang membiarkan kita bedah perut, sebab terlalu riskan!

Lagipula momok seusai proses radiologi, pengobatan kimiawi lebih mengerikan, membunuh semua sel, ini adalah pengobatan yang tidak terarah!

Sama sekali tidak tahu yang benar-benar dapat menyebabkan kematian adalah racun dan lingkungan patologis yang menyebabkan pertumbuhan tumor, bukan sel kanker !

Jika misalnya hari ini tumor diangkat, dan sejumlah masalah pada tubuh semula masih ada, maka kanker itu tetap akan kambuh kembali.

Oleh karena itu, masalah yang mendasar bukan terletak pada operasi atau tidak, melainkan apa masalah yang terjadi pada kehidupan orang ini, apakah merasakan penyakitnya ?

Jika memang harus operasi, maka harus ditanyakan, apakah orang ini akan merasa nyaman dari berbagai masalah tubuh pada dirinya, perlu dicatat, bahwa sebagian besar orang akan lebih menderita setelah operasi.

Tingkat keberhasilan kesembuhan pada pengobatan secara operasi dan sebagainya itu pasti ada, bukan ? Berapa prosentasenya ?

Sebuah data statistik, jika ditilik dari tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun itu adalah 7 %, Anda merasa tinggi atau rendah ?

Jika tidak mengobatinya juga belum tentu akan mati, juga tidak akan mengurangi kualitas hidup. Kecuali tumor terlalu besar, menghambat kenormalan tubuh.

Meskipun sudah operasi, pasien juga harus segera mengubah kebiasaan hidup sehari-hari : tidur lebih awal, konsumsi makanan yang higienis, meditasi rutin, rileks, harus sabar, sering-sering berhubungan dengan alam, lakukan hal-hal yang menggembirakan, ini baru cara merawat kesehatan yang baik.

Apa ada contoh penyakit yang bisa membaik tanpa diobati ?

Di Inggris pernah ada pasien yang dianjurkan dokter untuk pulang saja ke rumah, tunggu ajal menjemput beberapa hari lagi.

Kebertulan pasangannya itu mengidap penyakit kronis akut, akhirnya keduanya memutuskan setelah membereskan harta gono gini, kemudian berkeliling dunia dengan suasana gembira.

Hasilnya, setelah setahun kemudian mereka masih hidup, kemudian mereka memeriksa kembali di rumah sakit.

Diluar dugaan, tumor yang diidapnya sudah lenyap.

Sebab suasana hatinya sangat ceria ketika wisata! Jadi, tidak perlu ambil pusing dengan ancaman (vonis penyakit mematikan) dokter yang merawat Anda, celakalah Anda jika termakan dengan vonisnya.

Sejumlah penelitian mendapati, bahwa jika beberapa metabolisme tubuh berubah menjadi lebih baik, maka kanker juga akan lebih baik.

Dengan demikian, “fungsi metabolisme tubuh, fungsi kekebalan tubuh, fungsi detoksifikasi tubuh” inilah yang seharusnya diperkuat, dan ini dapat menghindari penyumbatan terhadap tubuh Anda, dan menghindari timbunan racun di tubuh.

Dalam beberapa kasus, ada yang sama sekali tidak tahu bahwa dirinya mengidap penyakit kanker, namun, bisa terus hidup normal dan bahagia sampai meninggal secara wajar, tidak pernah melakukan pemeriksaan di ruma sakit, sehingga terhindar dari ancaman dokter, (yang menakut-nakuti).

Sel kanker bukan faktor kesalahan terkait, hanya sistem di berbagai tubuh dan organ, akumulasi fisik dari sejumlah besar faktor penyebab penyakit kanker adalah faktor utamanya.

Masalah stres, depresi dan dampak emosional lainnya yang terjadi, inilah yang seharusnya segera diselesaikan.

Karena itu, pandangan yang menganggap sel kanker sebagai “elemen jahat” itu sangat tidak bijaksana.

Masalah yang sesungguhnya adalah apa yang terjadi dengan diri Anda, yang menyebabkan tubuh Anda mentolerir perkembangbiakan dan penyebaran kanker.

Salah satu diantaranya adalah makanan Anda semuanya berupa daging, ikan, susu, telur, dan efek sintetis dari berbagai faktor lainnya, yang menyebabkan karsinogenis tubuh secara keseluruh.

Dahulu kala, Jepang memiliki sepasang saudari kembar, mereka bernama Kinsan Ginsan Twins, mereka hidup bahagia hingga usia puncak manusia (di atas 100 tahun), mereka tidak menjalani medical chek up, sebab mereka langsung menolaknya.

Karena itu, anak-anak mereka yang berbakti, tidak akan meminta kedua nenek itu untuk ke ruang operasi hanya karena bujukan staf medis, jadi, bagaimana menurut Anda ?

Bagaimana cara mencegah kanker ? Menjaga mulut secara ketat (Tidak makan menurut nafsu keinginan).

Menyingkirkan kebiasaan buruk yang rentan terhadap kanker—- misalnya merokok, minuman keras, istirahat tidak teratur, tinggal di lingkungan polusi yang buruk dan sebagainya.

Cobalah mulai perhatikan tubuh Anda, perhatikan juga suasana hati Anda, ini sudah termasuk perawatan fisik dan mental, adalah kecerdasan di dunia sehat!

Jalinlah persahabatan baik dan ceria! Dengarkan musik-musik yang lembut ! Berlatih tersenyum di depan cermin.

Tersenyumlah dimana-pun anda berada, beri salam kepada tetangga atu orang-orang sekitar ! Jalan-jalan ke taman, dengarkan dan amati sejenak kearifan alam, nikmati hidup ini dengan ceria hingga tiba waktunya. (jhn/yant)

Sumber: ntd.tv