Erabaru.net. Semua yang dilakukannya demi ayah tercinta.

Sebagian besar anak-anak muda zaman sekarang yang terjun masyarakat itu sudah cukup baik selama bisa menghidupi dirinya sendiri.

Selebihnya paling menyisihkan sejumlah uang untuk orang tua di rumah.

Tapi di Taiwan sekarang banyak orang yang tak tahan dengan upah sedemikian rendah.

Terkadang kita berpikir merasa betapa buruknya hidup (nasib) kita.

Padahal orang-orang di dunia yang hidupnya lebih menyedihkan dibanding kita itu jauh lebih banyak dari yang kita bayangkan.

Usia 16 tahun sudah harus menopang hidup keluarga. Padahal usia 16 tahun itu adalah usia remaja yang duduk di bangku SMA.

Pada usia belia seperti itu seyogianya bermain ceria bersama teman-teman sebaya.

Kegalauan terbesar di usia sekolah seperti itu, paling juga waktu ujian sekolah dan semasa pacaran.

Tapi bagi Kiki (samaran), usia 16 tahun itu justeru adalah waktunya mulai menopang hidup keluarga.

Oleh karena suatu kecelakaan, tulang leher ayah Kiki patah.

Internet

Ia  cedera pada sumsum tulang belakang hingga mengalami kelumpuhan.

Internet

Sementara ibunya pergi dari rumah tak lama setelah merawat ayahnya!

Kiki yang mengemis di jalan dengan atraksi topeng sapi

Kiki terpaksa memikul beban hidup sekeluarga 5 orang.

Ia merawat selain ayahnya yang lumpuh juga dua adik perempuan dan satu adik laki-laki.

Demi merawat ayahnya yang lumpuh, Kiki pun terpaksa mengemis.

Ia rela ditunggangi sebagai sapi sambil mengenakan topeng sapinya.

Internet

Di atas sebilah papan tipis, Kiki menulis beberapa patah kata.

Share

Video Popular