Erabaru.net. Ini adalah cerita inspiratif dari seseorang tentang seorang bocah gemuk berusia 8 tahun dengan ibunya.

Berikut ceritanya dan simaklah baik-baik :

Suatu hari saat makan di kedai mie, mata saya tertuju pada seorang ibu dan anak laki-lakinya.

Bocah itu tampak gemuk, usianya mungkin sekitar 8 tahun-an : sementara ibunya berkulit kuning langsat, badannya agak kurus.

Mereka hanya memesan semangkuk mie.

“Ibu sudah makan?” tanya si bocah.

“Sudah nak, kamu makan saja!,” kata wanita itu tersenyum sambil membelai kepala si bocah.

Bocah itu pun makan dengan lahap, tak lama kemudian, mie itu pun habis pindah ke perutnya.

Wanita itu menatap mangkuk mie anaknya, “ibu agak haus,”kata ibunya

“Bu, ibu minum kuah-nya ya.”

wanita itu pun menghabiskan beberapa tetes kecil kuah mie yang tersisa, tampak lahap sekali minumnya. Siapa pun tahu kalau wanita itu belum makan sama sekali.

Ketika hendak membayar pesanan mie-nya, “tunggu sebentar,”kata pemilik kedai.

Tak lama kemudian, ia pun keluar sambil membawa semangkuk mie panas, hari ini meja kalian terpilih secara acak sebagai orang yang beruntung, jadi bisa menikmati semangkuk mie grtais!kata pemilik kedai mie.

Mendengar itu, dengan terharu si wanita mengucapkan terima kasih, dan tak perlu waktu lama, mie itu pun habis dilahapnya.

Saya pelanggan tetap di kedai mie kecil yang hanya berisi 5 meja ini, tidak pernah mendengar ada undian apapun.

Seminggu kemudian, saya ke kedai mie itu lagi.

Seorang anak kecil membuka pintu,“Paman, apa masih ada undian hari ini?”

“Saya mendongakkan kepala, lho bukankah itu si bocah minggu kemarin ?Pemilik kedai tampak bingung dan ragu sejenak, lalu berkata, “masih, masih ada undian!

“Syukurlah, ibu saya mau minum kuahnya, tapi apa boleh ikut undian kalau saya tidak makan ? Boleh, boleh, kamu duduk dulu ya.”

Pemilik kedai berjalan ke sampingku, dan berkata : “tolong ikut saya sebentar.”

“Maaf nyonya, anda adalah pelanggan setia saya, hari ini saya minta bantuan sebentar…begini, saya minta tolong anda pura-pura mendapatkan undian, kemudian menghadiahkan mie kepada anak itu?

“Saya….saya tak mau sandiwara ini ketahuan! Mendengar penjelasan itu, aku pun terharu dengan kebaikan bos pemilik kedai mie ini, dan seketika menyetujuinya.”

Kemudian, aku kembali ke tempat duduk, lalu pemilik kedai keluar dari dapur, “Undian yang beruntung hari ini adalah meja nomor 4.”

Bocah laki-laki itu tampak kecewa, lalu berdiri dan ingin pergi,

“Hei, tunggu dek, tante baru saja makan, undian mie gratis yang tante menangkan ini untukmu saja, perut tante sudah tak muat!

Aku memanggil anak itu, dan raut wajahnya tampak bahagia mendengarnya, lalu buru-buru mengucapkan terima kasih.

“Ibumu tidak ikut denganmu hari ini? tanya pemilik kedai.

“Ibu saya sakit, tidak bisa bangun dari tempat tidurnya,” jawab si bocah dengan wajah sedih.

“Selain kamu, apa tidak ada anggota keluarga lain lagi ?Tanya si pemilik kedai..

“Kakek-nenek sudah meninggal, sementara itu, saya tidak pernah melihat ayah……”

“Apa ibumu bekerja?”

“Tidak, ibu sakit, badannya lemah, sering pingsan …… saya sudah besar, saya bisa merawat ibu! Saya bisa mencari uang sekarang!”

Mendengar cerita si bocah, aku dan pemilik kedai merasa takjub dengan anak ini, tak disangka seorang bocah 8 tahun ini sudah bisa mencari nafkah sendiri!

“Memangnya kamu kerja apa ?”

“Pagi sampai malam hari saya menggelar lapak!

Tiba-tiba saja aku merasa tak tega melihatnya, tak disangka anak sekecil sepertinya sudah harus memikul beban hidup yang begitu berat!

Anak-anak lain seusianya bahkan masih bermanja-manja di rumah!

“Begini saja, lain kali kamu ke sini saja bantu paman lap meja makan, menyapu, kamu dan ibumu boleh makan gratis disini !” Wajah si bocah yang bundar bak bola itu pun seketika tersenyum ceria!

Suatu hari, saya melihat bocah itu di sudut pasar,

Wajahnya tampak memerah, keringat bercucuran membasahi dahinya, dia berusaha menjual jepit rambut buatan sendiri bersama ibunya.

Dan sejak itu, saya pun menjadi pelanggan setia anak itu.

Terkadang, satu tindakan kecil dan sepele dapat membuat seseorang yang sedang kesusahan itu memiliki kekuatan untuk bangkit kembali .

Pada saat seringnya penyebaran berita media sosial yang negatif, sudah seyogianya bagi kita untuk menyebarkan kisah inspiratif seperti ini, supaya orang percaya bahwa lingkungan masyarakat ini masih ada kehangatan.

(jhony/asr)

Sumber : Beauties.life

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular