Erabaru.net. Cuaca pada Maret, panas dan dingin tidak menentu.

Di atas trotoar yang sunyi senyap, tampak seorang kakek berjalan seorang diri.

Kepala si kakek tampak dipenuhi dengan rambut yang sudah memutih.

Wajahnya terlihat gelap, dengan tatapan sayu di mata bercampur sedih di wajahnya.

Badannya yang bungkuk sambil membawa sekantong barang-barang bekas hasil memulungnya.

Orang tua itu, sebut saja namanya kakek Tatang, 63 tahun.

Sebuah mobil listrik melaju dari samping kakek Tang, tampak di dalam mobil dua anak muda.

Salah satu anak muda itu melemparkan botol minuman ke kakek Tang.

“Kek, ini untukmu!” teriaknya sambil melempar botol itu mengenai kakinya.

Kakek Tang mengambil botol medium yang masih penuh, ia menggosok botol minuman itu dan menenggaknya sampai habis.

“Papa, aku mau digendong, gendong Paa!”

Mendengar suara itu, kakek Tang pun menoleh ke arah suara.

Tampak seorang anak kecil sedang merengek ke papanya, menyuruh papanya menggendongnya di punggung.

Bola mata kakek Tang tampak berkaca-kaca melihat suasana dan pemandangan yang hangat di depan matanya.

Sebelum melanjutkan, mari kita runut ke belakang, tepatnya pada 40 tahun yang lalu.

Terjadi satu peristiwa besar pada keluarga kakek Tang di desa.

Tantono (Samaran), putra tunggal Tatang yang baru berusia 2 tahun diculik.

ILUSTRASI. (Internet)

Ketika itu, Tatang sedang sibuk di sawah, tiba-tiba ia melihat ayahnya berlari sambil berteriak, “Tang, tatang! Tono hilang !Tono hilang!”

Share
Tag: Kategori: CERITA KEHIDUPAN STORY

Video Popular