Erabaru.net. Sebuah LSM, Paso Pasifico di Amerika Tengah, kini dalam proses menghasilkan telur penyu palsu menggunakan cetakan 3D.

Telur ini juga akan dimuat dengan transmiter GSM, memungkinkan melacak setiap pihak tidak bertanggung jawab yang bertindak mencoba menyelundupkan telur penyu.

Ide ini muncul setelah menonton acara serial Breaking Bad di mana polisi telah menempatkan detektor GPS di tempat methylamine untuk melacak penjahat ke laboratorium produksi obat mereka.

Oleh karena ide yang kreatif ini, USAID telah memberikan Paso Pacifico $ 10.000 melalui Wildlife Tech Challenge, sebuah kompetisi untuk mencari solusi masalah penyelundupan satwa liar.

Uang itu kini digunakan untuk memproduksi prototipe yang diuji pada Juli 2016, menurut manajer Paso Pacifico, Eduardo Bone-Moron.

Sejurus fase percobaan berakhir, telur-telur itu akan dibawa ke sebuah pusat fokus penyu di Nikaragua.

Menurut Eduardo, mereka akan menempatkan telur-telur itu di beberapa sarang penyu yang agak terpencil dan terkena potensi penyelundupan.

Mengingat telur penyu asli memiliki waktu selama 15 hari saja sebelum ia berubah rusak, ada kemungkinan ada organisasi penyelundupan yang akan membawa telur-telur ini dari Amerika Tengah sampai ke Tiongkok.

Mereka berharap melalui telur palsu ini, mereka dapat melacak jaringan kriminal ini dan pemerintah bisa mengenakan tindakan hukum.

Menurut Eduardo lagi, lambat-laun, penjahat akan mengetahui bahwa adanya telur palsu di pantai-pantai negara itu.

Namun, mereka berharap karena kesulitan untuk mendapatkan telur penyu asli akan menyebabkan mereka tidak lagi tertarik untuk menyelundupkan telur penyu lagi setelah ini.

Sejauh ini, penyelundupan terhadap daerah sarang penyu digambarkan sebagai tidak terkendali dan tanpa batasan.

Kami berharap uji coba ini akan berjalan lancar dan masalah ini dapat diberantas demi kelangsungan spesies penyu laut di masa depan.

(asr)

Sumber : Erabaru.com.my

Share

Video Popular